HOME  ⁄  Lifestyle

Desa Wisata Penglipuran Kembangkan Konsep Wellness Tourism Lewat Ajang Lari 5K

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Desa Wisata Penglipuran Kembangkan Konsep Wellness Tourism Lewat Ajang Lari 5K
Foto: (Sumber: Desa Penglipuran kembangkan konsep wisata kebugaran lewat gelaran lari santai 5K, Denpasar, Sabtu 9/5/2026. (ANTARA/ho-Desa Wisata Penglipuran).)

Pantau - Desa Wisata Penglipuran mulai mengembangkan konsep wisata kebugaran atau wellness tourism melalui kegiatan olahraga lari santai.

Pengembangan ini dilakukan karena selama ini Penglipuran dikenal sebagai destinasi wisata budaya dan lingkungan.

Pengelola desa ingin menambah nilai baru agar wisata Penglipuran tidak hanya fokus pada budaya tetapi juga kesehatan dan kebugaran.

Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran Wayan Sumiarsa menyampaikan bahwa pengembangan ini lahir dari semangat masyarakat untuk mengoptimalkan seluruh potensi desa.

Salah satu daya tarik utama yang dimanfaatkan adalah hutan bambu seluas 45 hektare yang terus dikembangkan sebagai bagian dari wisata.

Kegiatan yang digagas adalah ajang lari santai 5 kilometer bernama Penglipu-Run 2026.

Rute lari dimulai dari bagian selatan desa di area tugu pahlawan, kemudian mengelilingi desa dan masuk ke kawasan hutan bambu sebelum kembali ke area utama desa wisata.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk olahraga, tetapi juga memberikan pengalaman menikmati suasana alam dan budaya desa.

Konsep kegiatan diarahkan untuk mendukung wisata kebugaran yang berfokus pada kesehatan fisik dan relaksasi pengunjung.

Desa Penglipuran yang telah diakui sebagai salah satu desa wisata terbaik dunia oleh UNWTO ingin memperkuat posisinya melalui inovasi wisata baru.

Ajang ini akan diselenggarakan pada 7 Juni 2026 di kawasan Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.

Target peserta kegiatan ini sekitar 500 orang yang terdiri dari wisatawan domestik, wisatawan asing, dan komunitas lari di Bali.

Pengelola desa menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bentuk kolaborasi warga untuk mengembangkan pariwisata berbasis kesehatan dan keberlanjutan.

Penulis :
Gerry Eka