
Pantau - Pendidikan keluarga dinilai menjadi fondasi utama dalam mewujudkan generasi emas Indonesia 2045 di tengah tantangan modernisasi dan menurunnya kualitas komunikasi dalam rumah tangga.
Dalam telaah memperingati Hari Keluarga Internasional (HKI) 2026, Dr Sutejo menyebut kualitas keluarga akan sangat menentukan masa depan bangsa, bukan hanya pembangunan ekonomi dan fisik semata.
“Keluarga merupakan sekolah pertama bagi seorang anak,” tulis Sutejo dalam telaah yang diterbitkan Jumat.
Menurut dia, keluarga menjadi ruang awal pembentukan karakter, perkembangan otak, hingga cara pandang anak terhadap kehidupan.
Modernisasi Dinilai Kurangi Kehangatan Keluarga
Sutejo menilai banyak keluarga modern kini kehilangan kedekatan emosional akibat dominasi perangkat digital dan kesibukan ekonomi orang tua.
Ia menyebut banyak anak tumbuh dengan akses informasi tanpa batas, namun miskin komunikasi dan keteladanan di lingkungan keluarga.
Tema HKI 2026 yang diangkat Perserikatan Bangsa-Bangsa yakni “Keluarga, Ketimpangan, dan Kesejahteraan Anak” dinilai menjadi pengingat pentingnya penguatan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga keamanan digital dalam keluarga.
Menurut dia, keluarga yang harmonis dan penuh kesadaran akan melahirkan generasi berkualitas di masa depan.
Keluarga Disebut Jadi Rumah Kesadaran Anak
Sutejo menjelaskan keluarga bukan sekadar tempat tinggal bersama, melainkan ruang pembentukan kesadaran jiwa anak.
Ia mengutip pandangan filsuf Martin Heidegger tentang manusia yang belajar memahami dunia pertama kali melalui keluarga.
“Keluarga bukan sekadar unit sosial, tetapi sebentuk rumah kesadaran jiwa bagi anak-anak,” tulisnya.
Ia juga mengingatkan modernitas jangan sampai membuat keluarga hanya menjadi “alamat tinggal bersama” tanpa kehangatan emosional dan nilai kehidupan.
Sutejo menegaskan penguatan keluarga menjadi langkah penting untuk membangun generasi Indonesia yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf





