HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Sebut Kesuburan Mulai Menurun Setelah Usia 30 Tahun dan Perlu Persiapan Menjadi Orang Tua

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Dokter Sebut Kesuburan Mulai Menurun Setelah Usia 30 Tahun dan Perlu Persiapan Menjadi Orang Tua
Foto: (Sumber: Ilustrasi pemeriksaan kehamilan. ANTARA/Pexels-Mart Production.)

Pantau - Dokter spesialis kesuburan di Nova IVF Fertility, Dr. Anindita Singh, menjelaskan bahwa perencanaan kehamilan dipengaruhi oleh faktor biologis, medis, dan pribadi, termasuk usia, kondisi kesehatan, hingga gaya hidup seseorang.

Menurut Singh, tingkat kesuburan tertinggi umumnya terjadi pada usia 20-an dan mulai menurun setelah memasuki usia 30 tahun, kemudian penurunannya menjadi lebih nyata saat usia mencapai 35 tahun.

“Dari sudut pandang fisiologis, orang mencapai tingkat kesuburan tertinggi mereka selama usia 20-an, yang mulai menurun setelah mereka mencapai usia 30 dan berlanjut hingga usia 35 ketika penurunan menjadi lebih nyata,” kata Singh.

Ia menjelaskan penurunan kesuburan terjadi karena jumlah dan kualitas sel telur mengalami perubahan sehingga memengaruhi peluang pembuahan.

Perubahan kualitas sel telur juga disebut dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional dan kelainan kromosom pada kehamilan.

Faktor Kesehatan dan Gaya Hidup Pengaruhi Kehamilan

Singh menilai usia memang menjadi faktor penting dalam menentukan hasil kehamilan, namun tetap perlu disertai penilaian terhadap faktor kesehatan lainnya.

Menurutnya, wanita usia 30 hingga 40 tahun masih memiliki peluang menjalani kehamilan yang sukses apabila mendapatkan perawatan medis yang tepat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkelanjutan, dan menjaga kondisi medis tetap stabil.

“Tiga faktor utama yang menentukan status kesehatan meliputi kebugaran fisik dan keberadaan penyakit kronis, status kesehatan mental, dan akses ke perawatan medis berkualitas,” ujar Singh.

Ia juga menjelaskan hasil kehamilan dipengaruhi gaya hidup, termasuk pola nutrisi, kualitas tidur, tingkat stres, serta kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.

Pentingnya Kesiapan Fisik dan Mental

Singh menekankan calon orang tua perlu mempersiapkan kemampuan fisik dan mental sebelum memiliki anak.

Menurutnya, menjadi orang tua membutuhkan kesiapan dalam membentuk identitas diri sebagai orang tua yang bertanggung jawab.

Kesiapan menjadi orang tua dapat dibangun melalui perkembangan emosional, hubungan yang sehat, kemampuan mengelola tanggung jawab, dan kesiapan biologis.

Singh juga menyarankan masyarakat memahami siklus kesuburan dan mengetahui waktu yang tepat untuk mencari bantuan medis agar dapat mengambil keputusan reproduksi dengan lebih percaya diri.

“Pemeriksaan kesehatan rutin, penilaian kesuburan dini jika diperlukan, dan diskusi terbuka dengan penyedia layanan kesehatan dapat lebih mendukung individu dalam membuat keputusan yang tepat dan tepat waktu tentang menjadi orang tua,” kata Singh.

Penulis :
Gerry Eka