
Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mempromosikan wisata akuarium sebagai salah satu destinasi unggulan yang direkomendasikan untuk mengisi momen libur sekolah tahun 2026.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan promosi wisata bahari, termasuk wisata akuarium, menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan minat wisata domestik.
“Wisata bahari merupakan salah satu wisata yang saat ini gencar dipromosikan oleh Kementerian Pariwisata selain wisata gastronomi, kebugaran (wellness), wastra dan lainnya,” ujar Ni Made Ayu Marthini di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan promosi wisata akuarium telah dilakukan dalam gelaran BBWI Travel Fair x BINA Cerita Liburan Sekolah 2026 di Tunjungan Plaza Surabaya pada 15-17 Mei 2026.
Atraksi wisata bahari seperti Jakarta Aquarium dan Banyuwangi Diving School disebut berhasil menarik perhatian pengunjung selama pameran berlangsung.
Kemenpar Hadirkan Teknologi AI untuk Wisatawan
Kemenpar juga memperkuat promosi pariwisata melalui teknologi digital dengan menghadirkan kemampuan AI bernama “MaiA” di situs resmi Indonesia.travel sejak November 2025.
Platform tersebut menyediakan informasi lengkap mengenai destinasi wisata Indonesia, termasuk wisata bahari dan akuarium.
Ni Made menyebut langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan wisatawan mendapatkan referensi perjalanan yang praktis dan terintegrasi.
Wisata Akuarium dan Yacht Jadi Tren Baru
Sebelumnya, platform pemesanan perjalanan Klook mengungkapkan wisata akuarium hingga pengalaman naik kapal mewah seperti yacht dan tur katamaran menjadi tren baru yang diminati wisatawan asing saat berkunjung ke Indonesia.
“Indonesia memiliki pengalaman yang luar biasa dan beragam, dan ada sebuah arti untuk hal (berbagai pengalaman) ini,” kata Klook General Manager Singapore, Indonesia, Malaysia dan Thailand Sarah Wan.
Menurut Sarah Wan, data internal Klook menunjukkan minat wisatawan terhadap pengalaman wisata bahari terus mengalami pertumbuhan positif.
Selain wisata akuarium, wisatawan juga tertarik mencoba wisata kebugaran, bersepeda di alam terbuka, hingga paragliding.
Klook juga mencatat meningkatnya minat wisatawan untuk mengeksplorasi destinasi baru seperti Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Pulau Gili dan Lombok di Nusa Tenggara Barat, serta Gunung Bromo di Jawa Timur.
Kemenpar menilai tren tersebut menjadi momentum untuk memperkuat promosi wisata Indonesia di tingkat global sekaligus meningkatkan akses wisata yang lebih mudah dan personal bagi wisatawan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





