HOME  ⁄  Lifestyle

Bayi Panda Pertama di Indonesia Siap Diperkenalkan ke Publik di Taman Safari Bogor

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Bayi Panda Pertama di Indonesia Siap Diperkenalkan ke Publik di Taman Safari Bogor
Foto: (Sumber: Foto yang diabadikan pada 7 November 2025 ini menunjukkan Istana Panda di Taman Safari Indonesia di Bogor, Jawa Barat. ANTARA/Xinhua/Zulkarnain.)

Pantau - Taman Safari Indonesia Cisarua, Bogor, akan mulai memperkenalkan bayi panda raksasa pertama yang lahir di Indonesia kepada publik pada akhir Mei 2026.

Bayi panda tersebut bernama Satrio Wiratama dengan nama panggilan Rio.

Rio lahir pada 27 November 2025 dan merupakan anak dari pasangan panda raksasa Hu Chun dan Cai Tao.

Hu Chun dan Cai Tao dipinjamkan pemerintah China kepada Indonesia sejak 2017 melalui program loan breeding dengan masa pinjam selama 10 tahun.

Kehadiran Rio disebut menjadi pencapaian penting dalam upaya konservasi satwa di Indonesia.

Menjelang usia enam bulan, berat badan Rio telah mencapai 11,5 kilogram dengan pertumbuhan yang dinilai sangat baik.

Tim dokter hewan Taman Safari menyebut pertumbuhan Rio tergolong cepat dibanding bayi panda seusianya.

Rio Mulai Aktif dan Belajar Mengenal Bambu

Perkembangan perilaku Rio juga mulai terlihat dengan kemampuan berjalan stabil menggunakan empat kaki serta mulai belajar menggunakan cakarnya.

Rio disebut semakin aktif dan penasaran terhadap lingkungan sekitar.

Bayi panda tersebut juga mulai menunjukkan ketertarikan pada makanan induknya dengan beberapa kali terlihat mengendus bambu yang dimakan Hu Chun dan mencari benda untuk digigit.

Kondisi tersebut dinilai normal karena Rio sedang mengalami pertumbuhan gigi.

Vice President of Life and Science Taman Safari Indonesia drh. Bongot Huaso Mulia mengatakan Rio mulai diperkenalkan dengan rebung sebagai teether.

Rebung dipilih karena aman dan mudah dicerna apabila tertelan.

Sedikitnya ada 17 jenis bambu lokal yang diperkenalkan kepada Rio, termasuk bambu ampel, bambu kuning, dan bambu muda.

Meski demikian, kebutuhan nutrisi Rio saat ini masih sepenuhnya bergantung pada susu induknya karena bayi panda umumnya baru mulai mengonsumsi bambu pada usia 12 hingga 18 bulan.

Kondisi kesehatan Rio juga terus dipantau secara rutin meliputi penglihatan, pendengaran, berat badan, kekuatan fisik, dan perkembangan sensorik.

Rio Akan Tampil Bertahap untuk Pengunjung

Direktur Utama Taman Safari Indonesia Aswin Sumampau mengatakan proses pengenalan Rio kepada publik akan dilakukan secara bertahap mulai akhir Mei 2026.

“Persiapan untuk rilis memang di akhir bulan nanti. Akhir Mei. Kita akan mulai rilis secara bertahap,” ungkap Aswin.

Rio nantinya hanya akan tampil sekitar dua hingga tiga jam setiap hari.

“Rio mungkin hanya akan tampil sekitar dua atau tiga jam setiap harinya. Targetnya mungkin liburan Juni-Juli sudah bisa dilihat semua pengunjung yang datang ke Taman Safari,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terhadap debut Rio mulai terlihat di media sosial dan calon pengunjung.

Salah satu calon pengunjung bernama Ike (31) mengaku tidak sabar mengajak anaknya melihat Rio secara langsung.

“Saya sudah lama penasaran dengan bayi panda Rio dan tidak sabar mengajak anak saya ke Taman Safari Indonesia untuk melihat Rio secara langsung. Pasti ini akan jadi pengalaman menarik buat dia,” kata Ike.

“Ini kan kelahiran panda pertama di Indonesia, jadi rasanya sayang banget kalau dilewatkan,” lanjutnya.

Kehadiran Rio diperkirakan menjadi daya tarik baru Taman Safari Indonesia sekaligus simbol keberhasilan kerja sama konservasi antara Indonesia dan China.

Penulis :
Gerry Eka