HOME  ⁄  Lifestyle

Promosi Pariwisata Indonesia di China Berpotensi Hasilkan Transaksi Rp109 Miliar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Promosi Pariwisata Indonesia di China Berpotensi Hasilkan Transaksi Rp109 Miliar
Foto: (Sumber : Promosi pariwisata Indonesia di China. ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat potensi transaksi sekitar Rp109 miliar dari kegiatan promosi pariwisata Indonesia yang digelar di Shanghai dan Guangzhou, China, pada akhir Mei 2026.

Promosi Libatkan Pelaku Industri Pariwisata

Program Sales Mission tersebut berlangsung di Shanghai pada 22 Mei dan Guangzhou pada 25 Mei dengan melibatkan 14 pelaku industri pariwisata Indonesia.

Kegiatan itu memperkenalkan sejumlah destinasi unggulan seperti Bali, Lombok, Surabaya, dan Jakarta kepada mitra industri pariwisata di China.

Selain destinasi utama, promosi juga mencakup produk wisata minat khusus seperti wellness tourism, wisata bahari, wisata budaya, dan wisata berbasis alam.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperluas jaringan bisnis pariwisata Indonesia di pasar China.

"Kegiatan Sales Mission ini menjadi salah satu upaya Kementerian Pariwisata RI dalam memperluas jejaring bisnis pariwisata Indonesia dengan mitra industri di China melalui pertemuan business-to-business (B2B) yang mempertemukan pelaku industri dari kedua negara," ungkap Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan resminya.

Target Kunjungan Wisatawan China Naik 28 Persen

Kemenpar mencatat kegiatan promosi di dua kota tersebut berhasil menjaring 12.336 potential pax dengan nilai transaksi sekitar Rp109 miliar.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menghasilkan potensi devisa yang diperkirakan mencapai Rp265 miliar.

Pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan asal China ke Indonesia meningkat hingga 28 persen pada 2026 atau mencapai 1,72 juta kunjungan.

Sepanjang kuartal pertama 2026, jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia telah mencapai 357.700 orang.

Angka tersebut meningkat 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kemenpar menilai peningkatan kunjungan turut didukung oleh semakin kuatnya konektivitas penerbangan antara Indonesia dan China.

Shanghai dan Guangzhou dipilih sebagai lokasi promosi karena merupakan dua kota utama yang menjadi pintu keberangkatan wisatawan China menuju berbagai destinasi di Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti