HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Ungkap Gejala Awal Kanker Usus pada Wanita Muda yang Kerap Diabaikan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dokter Ungkap Gejala Awal Kanker Usus pada Wanita Muda yang Kerap Diabaikan
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Seorang wanita sedang menahan sakit perut. ANTARA/HO-Pexels/am..)

Pantau - Ahli gastroenterologi dan hepatologi dr. Saurabh Sethi mengungkap sejumlah tanda awal kanker usus besar pada wanita muda yang sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa atau masalah menstruasi sehingga terlambat terdeteksi.

Menurut Sethi, gejala yang perlu diwaspadai meliputi kram perut, perut kembung, perubahan pola buang air besar, hingga kekurangan zat besi tanpa penyebab yang jelas.

Ia menyebut banyak kasus kanker usus besar pada usia muda baru diketahui saat sudah memasuki stadium lanjut.

"Kram, kembung, dan perubahan usus pada wanita muda seringkali diabaikan selama bertahun-tahun dan kanker usus besar tumbuh secara diam-diam sepanjang waktu. Tiga dari empat diagnosis di usia muda sudah berada pada stadium lanjut ketika akhirnya terdeteksi," ungkapnya.

Makanan Ultra Proses Tingkatkan Risiko Kanker

Sethi menyoroti meningkatnya konsumsi makanan ultra proses sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan kasus kanker usus besar pada kelompok usia muda.

Menurutnya, pola makan yang minim makanan utuh atau real food dapat mengurangi keragaman mikrobioma usus dan memicu peradangan kronis yang berpotensi mendorong perkembangan kanker.

Ia menjelaskan makanan ultra proses juga berperan dalam meningkatnya kasus kanker kolorektal usia dini yang terus menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, kurangnya asupan serat dinilai turut memengaruhi kesehatan usus.

“Rata-rata wanita Amerika hanya mendapatkan 15g serat per hari, 40 persen di bawah rekomendasi 25g yang sebenarnya dibutuhkan bakteri usus besarnya," katanya.

Stres dan Keterlambatan Diagnosis Jadi Ancaman

Selain pola makan, stres berkepanjangan pada wanita muda juga disebut dapat memicu peradangan usus, mengganggu keseimbangan mikrobioma, serta mempercepat kerusakan sel pada lapisan usus besar.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kanker usus besar.

Sethi menjelaskan bahwa meskipun skrining kanker usus umumnya direkomendasikan mulai usia 45 tahun, banyak pasien yang didiagnosis pada usia 30-an karena gejalanya sering dianggap sebagai keluhan biasa.

Akibatnya, banyak kasus baru terdeteksi ketika kanker sudah berkembang lebih jauh.

Ia mengingatkan pentingnya mengenali gejala sejak dini dan segera melakukan pemeriksaan medis apabila mengalami gangguan pencernaan yang berlangsung lama atau berulang tanpa penyebab yang jelas.

Penulis :
Ahmad Yusuf