
Pantau - Anggota Komisi IX DPR RI Gamal Albinsaid menilai penanganan stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur harus dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar berbagai faktor penyebab agar kualitas sumber daya manusia dan produktivitas daerah dapat ditingkatkan.
Stunting Dinilai Berdampak pada Masa Depan Anak
Gamal mengatakan, “NTT termasuk salah satu provinsi yang memiliki angka stunting sangat tinggi, sekitar 37 persen atau hampir dua kali lipat dari rata-rata nasional. Ini bukan persoalan sederhana karena stunting memiliki dampak yang luar biasa bagi perkembangan anak-anak NTT di masa mendatang.”
Ia menyampaikan hal tersebut usai Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI di Kantor Bupati Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis.
Menurut Gamal, stunting tidak hanya memengaruhi tinggi badan anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak, fungsi organ, kemampuan belajar, produktivitas, dan pendapatan saat dewasa.
Ia menegaskan, “Setiap anak di NTT lahir dengan potensi genetik yang maksimal. Namun stunting membuat mereka tidak dapat mencapai kapasitas dan kompetensi terbaiknya akibat hambatan gizi sejak dini.”
Dorong Penanganan Secara Komprehensif
Gamal meminta pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mengatasi faktor penyebab stunting seperti rendahnya pemberian ASI eksklusif, ketahanan pangan, sanitasi yang buruk, edukasi kepada ibu, hingga pengendalian kelahiran.
Ia mengatakan, “Kalau kita memahami akar-akar masalah stunting, pemerintah dapat melakukan langkah yang lebih efektif. Penanganannya juga harus melibatkan seluruh sektor secara komprehensif dan holistik.”
Selain itu, Gamal mendorong peningkatan anggaran penanganan stunting serta perbaikan aspek water, sanitation, and hygiene (WASH) agar penyerapan gizi pada anak dapat berlangsung optimal.
Ia mengungkapkan, “Yang kita butuhkan sekarang adalah percepatan penanganan stunting dengan dukungan anggaran yang signifikan. Di saat yang sama, seluruh faktor penyebab stunting di NTT juga harus diselesaikan secara bersamaan.”
- Penulis :
- Gerry Eka





