
Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) berkolaborasi membuka peluang bagi pegiat ekonomi kreatif untuk memperoleh akses yang lebih luas terhadap pasar modal guna mendukung pengembangan usaha dan investasi berkelanjutan.
Kolaborasi Dorong Pendanaan bagi Pegiat Ekraf
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai sektor ekonomi kreatif membutuhkan dukungan ekosistem yang kuat, termasuk akses pembiayaan dan investasi.
“Potensi kreativitas, inovasi, dan kekuatan budaya Indonesia harus didukung dengan ekosistem yang lengkap, termasuk akses pendanaan dan investasi, sehingga para pegiat ekraf dapat lebih berkembang secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Berdasarkan data Kemenekraf, realisasi investasi di sektor ekonomi kreatif pada 2025 mencapai Rp183 triliun atau meningkat 32,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara subsektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja.
Teuku Riefky menambahkan, “Kementerian Ekraf fokus mendorong bagi para pegiat ekonomi kreatif yang sudah berdaya untuk dapat naik kelas menjadi perusahaan nasional bahkan berskala global.”
Edukasi Pasar Modal Melalui Program KreatIPO
Kemenekraf dan BEI telah menyelenggarakan program roadshow Workshop Go Public dan coaching clinic bertajuk KreatIPO untuk meningkatkan literasi keuangan serta memfasilitasi pelaku ekonomi kreatif mengakses sumber pendanaan melalui pasar modal.
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, “Kami tentu menyambut pegiat-pegiat ekonomi kreatif untuk bisa bergabung di pasar modal, baik sebagai investor untuk menikmati pertumbuhan pasar modal maupun sebagai perusahaan persatuan untuk menghimpun dana dan mengembangkan usaha.”
Ia berharap kerja sama tersebut dapat meningkatkan edukasi, pemahaman, dan kesadaran para pegiat ekonomi kreatif mengenai peluang yang tersedia di Bursa Efek Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan





