HOME  ⁄  Geopolitik

Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Industri Strategis Melalui Forum BRICS PartNIR 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Industri Strategis Melalui Forum BRICS PartNIR 2026
Foto: (Sumber : Dirjen KPAII Kemenperin Tri Supondy (kiri) bersama Counsellor from the Russian Trade Mission in China, Russian Federation, Andrei Gorobets (kanan) melakukan pertemuan bilateral meeting Indonesia-Rusia dalam rangkaian acara BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026 di Xiamen, Kamis (28/5/2026). ANTARA/HO-Kemenperin..)

Pantau - Pemerintah Indonesia dan Rusia memperkuat kerja sama industri strategis dalam pertemuan bilateral di sela penyelenggaraan BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026 di Xiamen, China, sebagai upaya memperluas kolaborasi ekonomi, industri, dan investasi kedua negara.

BRICS Dinilai Membuka Peluang Kolaborasi Industri yang Lebih Luas

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan keanggotaan Indonesia di BRICS menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan industri nasional melalui kemitraan dengan negara-negara anggota, termasuk Rusia.

“Forum BRICS tentang PartNIR sangat penting bagi kami. Kami sangat menghargai dukungan Pemerintah Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS dan akan sangat tertarik untuk mendengar pandangan mengenai arah masa depan kerja sama industri dalam kerangka BRICS,” ungkap Menperin.

Forum tersebut menjadi wadah bagi negara anggota untuk memperkuat kerja sama di bidang industri baru, inovasi teknologi, hilirisasi, dan pengembangan rantai pasok global yang lebih tangguh.

Pertemuan bilateral diwakili Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Tri Supondy bersama perwakilan Pemerintah Rusia Andrei Gorobets.

Perdagangan Bilateral dan Investasi Terus Didorong

Tri Supondy mengatakan penguatan komunikasi dan kemitraan internasional penting untuk membuka akses pasar dan menciptakan kolaborasi industri yang mampu mengikuti perkembangan teknologi global.

“Sinergi Indonesia dan Rusia juga diharapkan mampu membuka peluang kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri kedua negara,” ujarnya.

Hubungan perdagangan kedua negara juga menunjukkan tren positif dengan nilai perdagangan bilateral nonmigas pada triwulan I 2026 mencapai sekitar 1 miliar dolar AS atau naik 1,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) dan menegaskan partisipasinya sebagai Partner Country pada Pameran Industri Internasional INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, guna memperluas promosi industri manufaktur nasional dan menarik peluang investasi baru.

Penulis :
Ahmad Yusuf