
Pantau - Kebiasaan menahan buang air kecil dalam jangka panjang berisiko mengganggu kesehatan kandung kemih dan dapat memicu berbagai masalah saluran kemih, menurut ahli uro-onkolog dari Apollo Hospitals, Bannerghatta Road, Bangalore, dr. Manish C.A.
Kebiasaan Menahan Urine Dapat Melemahkan Fungsi Kandung Kemih
Ia mengungkapkan, “Rata-rata orang dewasa buang air kecil setiap tiga hingga empat jam pada siang hari.”
Menurut dr. Manish, frekuensi buang air kecil dipengaruhi oleh jumlah cairan yang dikonsumsi, tingkat aktivitas fisik, dan kapasitas kandung kemih setiap individu.
Ia menjelaskan bahwa kandung kemih memang dirancang untuk menampung urine, namun kebiasaan menahan buang air kecil secara terus-menerus dapat memaksa organ tersebut bekerja lebih lama dari yang semestinya sehingga berpotensi melemahkan fungsinya.
Kelompok Berisiko Diminta Lebih Waspada
Dr. Manish mengatakan, “Orang yang sering menahan buang air kecil dapat mengalami masalah seperti urgensi, frekuensi, retensi urin, atau ISK jika dia cenderung mengalami kondisi tersebut.”
Ia menambahkan bahwa penderita diabetes, pembesaran prostat, gangguan neurologis, maupun mereka yang memiliki riwayat infeksi saluran kemih termasuk kelompok yang perlu lebih berhati-hati terhadap kebiasaan tersebut.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Manish mengimbau masyarakat untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan tidak mengabaikan dorongan buang air kecil.
Ia juga mengingatkan, “Yang selalu saya sampaikan kepada pasien adalah memastikan mereka minum cukup air dan meluangkan beberapa menit dari kesibukan mereka untuk pergi ke toilet. Saran saya sederhana: dengarkan kandung kemih Anda.”
- Penulis :
- Aditya Yohan





