HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Sebut Keringat Sangat Asin Bisa Menjadi Tanda Penyakit Genetik Langka

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dokter Sebut Keringat Sangat Asin Bisa Menjadi Tanda Penyakit Genetik Langka
Foto: (Sumber :Ilustrasi seorang wanita mengeringkan keringatnya menggunakan handuk. ANTARA/HO-Pexels/Ketut Subiyanto.)

Pantau - Dokter spesialis anestesiologi dan manajemen nyeri intervensi asal Maryland, Amerika Serikat, Dr. Kunal Sood, mengingatkan bahwa keringat sangat asin, mudah sesak saat beraktivitas, dan gangguan pernapasan berulang dapat menjadi tanda cystic fibrosis, bukan sekadar kurang bugar.

Gejala Bisa Muncul Berbeda pada Tiap Penderita

Sood menjelaskan cystic fibrosis merupakan penyakit genetik yang menyebabkan lendir kental dan lengket menumpuk di berbagai organ tubuh, termasuk paru-paru dan pankreas.

“Ketika protein itu tidak bekerja secara normal, lendir menjadi lebih kental dan lebih sulit dibersihkan dari paru-paru,” kata Sood.

Kondisi itu dapat memicu batuk kronis, infeksi saluran pernapasan berulang, mengi, serta cepat kehabisan napas saat berolahraga atau beraktivitas fisik.

Diagnosis Perlu Pemeriksaan Medis

Sood mengatakan cystic fibrosis juga dapat mengganggu keseimbangan garam dalam tubuh sehingga sebagian penderita mengalami keringat sangat asin, gejala dehidrasi, atau pusing saat aktif bergerak.

“Karena itu sebagian orang mengalami keringat yang sangat asin, gejala dehidrasi, atau merasa pusing saat aktif bergerak,” ujar Sood.

Ia menegaskan diagnosis cystic fibrosis memerlukan pemeriksaan medis, termasuk tes kadar klorida pada keringat dan tes genetik.

“Kadang-kadang tubuh telah memberikan petunjuk selama bertahun-tahun sebelum akhirnya seseorang menyadari penyebabnya,” kata Sood.

Penulis :
Aditya Yohan