HOME  ⁄  Lifestyle

Film "Sekolah Rakyat" Angkat Perjuangan Pendidikan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Film "Sekolah Rakyat" Angkat Perjuangan Pendidikan sebagai Jalan Keluar dari Kemiskinan
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima audiensi perwakilan Kemensetneg bersama tim Penjaga Harapan di Kantor Kementerian Sosial RI, membahas rencana produksi film Sekolah Rakyat, Selasa (23/6/2026). (ANTARA/HO-Biro Humas Kemensos/Bayu Aprianto).)

Pantau - Kementerian Sosial bersama platform Penjaga Harapan akan memproduksi film pendek berjudul Sekolah Rakyat yang mengangkat perjuangan anak dari keluarga miskin ekstrem memperoleh akses pendidikan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.

Film berdurasi sekitar 25 menit itu akan mengisahkan perjalanan seorang anak dari keluarga sederhana yang sebelumnya harus bekerja setiap hari hingga akhirnya mendapatkan kesempatan bersekolah melalui program Sekolah Rakyat.

Pendidikan Jadi Kunci Memutus Rantai Kemiskinan

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menegaskan program Sekolah Rakyat bukan tujuan akhir, melainkan sarana yang disiapkan negara agar anak-anak dari keluarga miskin dapat meraih masa depan yang lebih baik.

“Sekolah Rakyat ini bukan tujuan, tapi alat yang disediakan negara agar anak-anak dari keluarga miskin bisa mewujudkan cita-citanya dan keluarganya bisa tergraduasi dari kemiskinan,” ungkap Agus Jabo Priyono.

Menurut Agus, mayoritas peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang memiliki kondisi ekonomi sangat terbatas.

Melalui konsep sekolah berasrama, program tersebut diharapkan mampu membuka akses pendidikan yang layak tanpa terhambat zonasi maupun keterbatasan geografis.

Cerita film mengambil latar wilayah Cariu dan sekitarnya dengan mengusung pesan transformasi kehidupan “dari gelap menuju terang”.

Film Jadi Media Edukasi Program Pemerintah

Koordinator Konten Penjaga Harapan Doni Adhitia mengatakan film tersebut dirancang untuk memperkenalkan nilai dan tujuan Sekolah Rakyat kepada masyarakat melalui pendekatan dramatik.

“Kami berharap film ini menjadi kerja bersama untuk membawa nilai ideologis Sekolah Rakyat kepada masyarakat. Ini bukan sekadar cerita, tapi upaya menghadirkan empati dan pemahaman bahwa program ini benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Agus Jabo menyatakan dukungan penuh terhadap produksi film tersebut dan berharap karya yang dihasilkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kalau ini kita mulai, harus berhasil. Ini bukan sekadar produksi, tapi bagaimana masyarakat bisa melihat bahwa negara hadir dan memberi harapan,” katanya.

Direktur Utama Penjaga Harapan Wildanshah menambahkan film tersebut menjadi bagian dari upaya menyampaikan program pemerintah secara lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat.

“Kami melihat film ini sebagai bagian dari upaya menyampaikan program pemerintah secara lebih membumi dan mudah dipahami masyarakat. Substansi program tetap milik negara, dan pendekatan kreatif seperti ini menjadi pelengkap untuk memperluas jangkauan pesan,” ungkapnya.

Selain versi utama berdurasi 25 menit, tim produksi juga akan menyiapkan trailer berdurasi 30 detik yang akan didistribusikan melalui berbagai kanal publik, termasuk videotron.

Produksi film dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan pendekatan berbasis riset dan konsultasi bersama Kementerian Sosial serta komunitas perfilman.

Penulis :
Ahmad Yusuf