HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Ingatkan Mata yang Sering Berair Bisa Menjadi Tanda Mata Kering

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dokter Ingatkan Mata yang Sering Berair Bisa Menjadi Tanda Mata Kering
Foto: (Sumber :Foto ilustrasi. (ANTARA/HO-Panuwat Dangsungnoen dari iStockphoto.).)

Pantau - Dokter oftalmologi Marengo Asia Hospitals, Gurgaon, Dr Shibal Bhartiya mengingatkan kondisi mata yang sering berair namun terasa kering tidak boleh dianggap sepele karena dapat menjadi tanda gangguan mata kering, terutama pada orang yang sering menatap layar digital atau terpapar polusi.

Kebiasaan Menatap Layar Jadi Salah Satu Pemicu

Bhartiya menjelaskan penggunaan perangkat digital membuat seseorang berkedip lebih jarang sehingga kelenjar minyak pada kelopak mata mudah tersumbat dan lapisan air mata lebih cepat menguap.

Ia mengungkapkan, "Mata yang terus-menerus berair dan diagnosis mata kering terdengar seperti kontradiksi. Sebenarnya tidak demikian, memahami alasannya dapat mengubah cara Anda merawat mata."

Menurutnya, paparan polusi udara, ruangan berpendingin udara, dan perjalanan yang panjang juga dapat memperburuk kondisi mata kering.

Ia menjelaskan lapisan air mata terdiri atas minyak, air, dan lendir yang bekerja menjaga permukaan mata tetap stabil.

Ketika lapisan tersebut terganggu, otak akan memicu produksi air mata berlebih sebagai respons perlindungan yang dikenal sebagai reflex tearing.

Bhartiya mengungkapkan, "Respons ini bersifat reaktif dan berlebihan, tetapi tidak banyak membantu dalam memberikan pelumasan yang sebenarnya. Akibatnya, mata bisa mengalami kekeringan sekaligus berair secara bersamaan."

Segera Periksa Jika Gejala Berlangsung Lebih dari Dua Pekan

Bhartiya mengatakan beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi mata berair yang semakin parah pada malam hari, sensasi terbakar atau perih, penglihatan kabur yang membaik setelah berkedip, sensitivitas terhadap angin atau udara dari pendingin ruangan, serta mata yang mudah lelah.

Ia menyarankan penderita melakukan kompres hangat pada kelopak mata, mengonsumsi suplemen omega-3, mengurangi waktu menatap layar, serta membiasakan berkedip secara sadar saat menggunakan perangkat digital.

Apabila gejala berlangsung lebih dari dua minggu, Bhartiya menyarankan masyarakat segera memeriksakan mata ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat, bukan hanya menggunakan obat tetes mata secara mandiri.

Penulis :
Ahmad Yusuf