
Pantau - Ahli gizi Serena Pratt menyebut konsumsi teh hijau setelah makan malam dapat membantu mendukung metabolisme kolesterol sebagai bagian dari gaya hidup sehat bagi penderita kolesterol.
Katekin Teh Hijau Dukung Metabolisme Kolesterol
Serena Pratt, M.S., RDN, menjelaskan teh hijau mengandung senyawa katekin dan polifenol yang berperan sebagai antioksidan serta memiliki sifat antiinflamasi untuk membantu melindungi jantung dan pembuluh darah.
“Teh hijau mengandung senyawa tumbuhan yang disebut katekin dan polifenol, yang bertindak sebagai antioksidan dan memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu melindungi jantung dan pembuluh darah,” ungkap Pratt.
Ia menjelaskan kandungan epigallocatechin gallate (EGCG) dalam teh hijau dapat membantu membatasi penyerapan kolesterol oleh tubuh sekaligus melindungi kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dari proses oksidasi yang berkaitan dengan penumpukan plak di arteri.
“Teh hijau tidak akan mendetoksifikasi kolesterol, tetapi katekinnya dapat mendukung metabolisme kolesterol dari waktu ke waktu sebagai salah satu bagian dari gaya hidup sehat jantung," ujarnya.
Pratt menambahkan penelitian menunjukkan katekin dalam teh hijau dapat membantu menurunkan kolesterol total dan LDL, meski sebagian besar penelitian menggunakan ekstrak teh hijau dengan kandungan katekin yang lebih tinggi dibandingkan teh seduh biasa.
Bukan Pengganti Pola Hidup Sehat
Pratt mengatakan satu cangkir teh hijau setelah makan malam tidak akan mengubah kadar kolesterol secara drastis, tetapi dapat menjadi kebiasaan harian yang mendukung kesehatan jantung sekaligus menggantikan minuman tinggi gula, lemak jenuh, atau alkohol.
Ahli gizi Amy Davis, RD, LDN, menambahkan teh hijau tanpa kafein dan tanpa pemanis merupakan pilihan yang lebih sehat dibandingkan minuman manis setelah makan malam.
Davis mengingatkan teh hijau kemasan, matcha latte manis, maupun minuman teh ala kedai kopi dapat mengandung tambahan gula yang perlu dibatasi sesuai anjuran American Heart Association.
“Menurunkan kolesterol LDL adalah pendekatan multifaset yang tentu saja dapat mencakup kebiasaan sehat seperti minum teh hijau tanpa kafein setiap hari, tetapi menambahkan kebiasaan ini saja tidak akan membuat perbedaan besar,” tambah Davis.
Ia menegaskan pengendalian kolesterol tetap memerlukan pola makan sehat, olahraga, tidur yang cukup, serta pengobatan bila diperlukan, termasuk memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat larut seperti oat, barley, buah-buahan, dan sayuran.
- Penulis :
- Aditya Yohan





