
Pantau - Olahraga rutin menjadi kebiasaan utama yang direkomendasikan dokter spesialis gastroenterologi untuk membantu melancarkan buang air besar sekaligus menjaga kesehatan saluran cerna, karena mampu merangsang gerakan alami usus sehingga mengurangi risiko sembelit dan perut kembung.
Olahraga Bantu Kinerja Sistem Pencernaan
Dilansir dari laman Eating Well pada Kamis, aktivitas fisik dapat merangsang gerakan peristaltik yang berfungsi mendorong makanan melewati saluran pencernaan secara lebih efisien.
Dokter spesialis gastroenterologi David Clarke mengungkapkan, "Olahraga merangsang kontraksi alami otot usus yang penting untuk menggerakkan makanan secara efisien melalui sistem pencernaan."
Ia menjelaskan olahraga juga dapat mempercepat perjalanan sisa makanan di usus besar sehingga mengurangi penyerapan air pada feses dan membuatnya lebih mudah dikeluarkan.
Dokter spesialis gastroenterologi Kenneth Brown menambahkan aktivitas ringan seperti berjalan kaki juga membantu tubuh mencerna protein, termasuk protein dari daging merah yang cenderung lebih sulit dicerna.
Selain itu, olahraga diketahui mampu mengurangi stres yang menjadi salah satu pemicu gangguan pencernaan seperti sembelit, diare, dispepsia, dan irritable bowel syndrome (IBS).
Ahli Sarankan Rutin Bergerak dan Konsumsi Makanan Berserat
Aktivitas fisik secara rutin juga dikaitkan dengan meningkatnya keragaman bakteri baik di usus yang berperan menjaga kesehatan sistem pencernaan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.
Penelitian turut menunjukkan latihan yang memperkuat otot inti atau core selama tiga bulan dapat membantu mempercepat pergerakan makanan di saluran cerna dan mengurangi keluhan sembelit.
Para ahli menyarankan masyarakat memulai kebiasaan berolahraga secara bertahap, seperti berjalan kaki selama 15 hingga 20 menit setelah makan.
Orang dewasa juga dianjurkan melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang sedikitnya 150 menit setiap pekan.
Selain rutin berolahraga, kesehatan saluran cerna juga dapat dijaga dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, mencukupi kebutuhan cairan, tidak menahan keinginan buang air besar, serta rutin mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt, kefir, tempe, kimchi, atau sauerkraut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





