HOME  ⁄  Lifestyle

Sejumlah Kebiasaan Sehari-hari Disebut Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Usus Besar

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Sejumlah Kebiasaan Sehari-hari Disebut Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Usus Besar
Foto: (Sumber :Ilustrasi kanker usus besar (ANTARA/Shutterstock).)

Pantau - Sejumlah aktivitas dan kebiasaan sehari-hari, seperti terlalu lama duduk, kurang mengonsumsi serat, rutin minum alkohol, merokok, hingga menunda skrining, dapat meningkatkan risiko kanker usus besar atau kanker kolorektal menurut para ahli kesehatan.

Direktur Medis Onkologi Medis GI di City of Hope’s Orange County Lennar Foundation Cancer Center Pashtoon Kasi mengatakan kanker kolorektal sering berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga deteksi dini menjadi langkah penting.

Ia mengatakan, “Penting untuk diingat bahwa seringkali kanker kolorektal tidak memiliki gejala, itulah sebabnya melakukan skrining dini dan teratur seperti yang direkomendasikan dokter Anda sangat penting.”

Kebiasaan Sehari-hari Tingkatkan Risiko

Para ahli menyebut duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal karena berkontribusi terhadap resistensi insulin, peradangan kronis, dan penumpukan lemak tubuh.

American Cancer Society merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit atau aktivitas berat selama 75 hingga 150 menit setiap pekan.

Kebiasaan mengonsumsi serat yang rendah juga dinilai dapat meningkatkan risiko karena membuat sisa makanan lebih lama berada di usus besar dan mengurangi produksi asam lemak rantai pendek yang penting bagi kesehatan usus.

Ahli gastroenterologi Lance Uradomo mengatakan, “Serat menyediakan energi untuk sel-sel usus besar kita dan membantu menjaga kelancaran saluran pencernaan."

Selain itu, konsumsi alkohol secara rutin dapat meningkatkan risiko kanker kolorektal karena tubuh menghasilkan asetaldehida, senyawa karsinogenik yang dapat merusak DNA.

Merokok juga disebut meningkatkan risiko karena paparan zat karsinogen dapat merusak DNA serta memicu pertumbuhan polip prakanker di usus besar.

Skrining Dini Sangat Dianjurkan

Para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala seperti darah pada tinja, perubahan kebiasaan buang air besar yang berlangsung terus-menerus, nyeri perut berkepanjangan, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Pedoman American Cancer Society merekomendasikan skrining kanker kolorektal secara rutin dimulai pada usia 45 tahun bagi individu dengan risiko rata-rata dan dilanjutkan hingga usia 75 tahun apabila kondisi kesehatan memungkinkan.

Metode skrining yang tersedia meliputi kolonoskopi, tes berbasis feses, maupun tes berbasis darah yang disesuaikan dengan tingkat risiko serta riwayat kesehatan masing-masing individu.

Penulis :
Aditya Yohan