HOME  ⁄  Lifestyle

Cacar Air Umumnya Hanya Terjadi Sekali, Namun Infeksi Ulang Tetap Bisa Terjadi dalam Kondisi Tertentu

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Cacar Air Umumnya Hanya Terjadi Sekali, Namun Infeksi Ulang Tetap Bisa Terjadi dalam Kondisi Tertentu
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Virus cacar. ANTARA/HO-Shutterstock.)

Pantau - Cacar air umumnya hanya dialami satu kali seumur hidup karena tubuh membentuk kekebalan setelah terinfeksi, meski dalam kondisi tertentu seseorang tetap dapat mengalami infeksi ulang yang tergolong jarang.

Cacar air atau varisela merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus Varicella-zoster (VZV) yang ditandai dengan ruam berisi cairan, demam, tubuh lemas, dan penurunan nafsu makan.

Setelah sembuh, virus tidak hilang dari tubuh, melainkan tetap berada dalam keadaan tidak aktif di jaringan saraf dan dapat kembali aktif sebagai herpes zoster atau cacar api.

Infeksi Ulang Bisa Terjadi pada Kondisi Tertentu

Berdasarkan keterangan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Kementerian Kesehatan, sebagian besar orang yang pernah terkena cacar air memiliki kekebalan seumur hidup.

Kemungkinan infeksi kedua dapat terjadi pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV, kanker, atau pengguna obat penekan imun.

Infeksi ulang juga dapat terjadi apabila infeksi pertama dialami saat usia sangat dini sehingga kekebalan belum terbentuk secara optimal.

Kemungkinan lain adalah diagnosis pertama bukan cacar air, melainkan penyakit lain dengan gejala yang serupa, atau akibat paparan ulang virus yang sangat jarang terjadi.

Herpes zoster berbeda dengan cacar air karena merupakan reaktivasi virus Varicella-zoster yang sudah berada di dalam tubuh, bukan infeksi cacar air yang baru.

Vaksinasi Menjadi Upaya Pencegahan Utama

Gejala cacar air umumnya muncul 10 hingga 21 hari setelah terpapar virus.

Gejala yang sering muncul meliputi demam, tubuh lemas, sakit kepala, nafsu makan menurun, serta ruam merah yang berkembang menjadi lepuhan berisi cairan dan kemudian mengering menjadi keropeng dalam waktu sekitar empat hingga tujuh hari.

Pencegahan paling efektif dilakukan melalui vaksinasi varisela sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Masyarakat juga dianjurkan menghindari kontak dengan penderita, mencuci tangan secara rutin, menjaga daya tahan tubuh, serta menggunakan masker saat merawat pasien yang masih menular.

Penderita sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami demam tinggi berkepanjangan, sesak napas, ruam menyebar ke mata, tanda infeksi pada kulit, atau apabila infeksi terjadi pada ibu hamil, bayi baru lahir, maupun individu dengan sistem imun yang rendah.

Penulis :
Aditya Yohan