
Pantau - Pemilihan pugasan atau topping pada yoghurt perlu dilakukan secara bijak karena tambahan permen, kue, brownies, sirup, granola, dan selai kacang dalam jumlah besar dapat meningkatkan kandungan kalori, gula tambahan, serta lemak jenuh.
Ahli diet terdaftar yang mengkhususkan diri dalam perawatan pencegahan, manajemen berat badan, dan nutrisi kinerja Johannah Katz menjelaskan yoghurt umumnya dibuat dari susu yang dipasteurisasi, dihomogenisasi, dimatangkan, dan difermentasi.
Ahli gizi terdaftar di Providence St. Jude Medical Center Megan Wroe mengatakan kandungan gizi yoghurt dapat berkurang manfaatnya akibat tambahan gula dan perisa, terutama pada frozen yoghurt atau froyo yang diolah menyerupai es krim.
“Froyo cenderung memiliki lebih banyak gula karena rasa yoghurt membutuhkan lebih banyak gula untuk menutupi rasa asamnya,” katanya.
Pugasan Bisa Meningkatkan Kalori dan Gula
Katz menyoroti konsep pugasan swalayan yang ditawarkan sejumlah gerai yoghurt karena pilihan tambahan tersebut dapat mengubah profil nutrisi makanan secara signifikan.
“Satu porsi yoghurt beku yang sederhana dapat menjadi jauh lebih tinggi kandungannya. Froyo mengandung kalori, gula tambahan, dan lemak jenuh ketika diberi pugasan permen, kue, potongan brownies, sirup, dan porsi besar granola atau selai kacang,” katanya Katz.
Katz menjelaskan froyo kerap dipasarkan dengan klaim mengandung kultur hidup dan aktif atau bakteri baik untuk usus yang juga ditemukan dalam yoghurt.
Namun, jumlah bakteri hidup dalam yoghurt beku saat dikonsumsi dapat lebih rendah meskipun produk tersebut dibuat menggunakan kultur hidup dan aktif.
Buah dan Kacang Bisa Menjadi Pilihan
Wroe menyarankan orang dengan kolesterol tinggi atau intoleransi laktosa mempertimbangkan yoghurt dengan pemilihan pugasan secara bijak.
Pilihan yang dapat digunakan antara lain satu hingga dua pugasan berupa buah, kacang, atau keping cokelat.
Sementara itu, orang yang sulit merasa kenyang dapat merasa es krim lebih memuaskan karena memiliki tekstur lembut dan kandungan lemak lebih tinggi.
Katz menyarankan konsumen membandingkan ukuran porsi, kandungan gula tambahan, lemak jenuh, dan protein sebelum menentukan pilihan makanan.
Pengendalian porsi juga perlu diperhatikan agar tambahan pugasan tidak membuat kandungan nutrisi yoghurt berubah secara signifikan.
- Penulis :
- Aditya Yohan



