HOME  ⁄  Lifestyle

IFC Mengembangkan LSP Fashion Indonesia untuk Memperkuat Kompetensi Industri Fesyen Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IFC Mengembangkan LSP Fashion Indonesia untuk Memperkuat Kompetensi Industri Fesyen Nasional
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Sejumlah model memperagakan pakaian ramah lingkungan berbahan baku wastra saat peragaan busana bertajuk Parade Kreasi Wastra Mataraman di Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (20/6/2025).ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/YU..)

Pantau - Indonesian Fashion Chamber (IFC) mengembangkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Fashion Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia dan ekosistem industri fesyen nasional.

Salah satu pendiri IFC Lisa Fitria mengatakan pengembangan lembaga tersebut tidak sekadar berfokus pada pemberian sertifikasi kepada pekerja industri fesyen.

“Proyek ini bukan hanya mengenai sertifikasi, tetapi bagaimana kita membangun standar kompetensi SDM Fashion Indonesia agar memiliki kompetensi yang lebih terukur dan juga profesional,” kata Lisa di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

LSP Fashion Indonesia dikembangkan dengan lima skema kompetensi, yakni Assistant Fashion Designer, Junior Fashion Designer, Fashion Designer, Fashion Stylist, dan Creative Director.

Menurut Lisa, lembaga tersebut menjadi LSP Fashion Indonesia pertama yang memiliki lima skema kompetensi di bidang kreatif fesyen.

IFC Kembangkan Fesyen Berkelanjutan hingga Busana Ibadah

Selain LSP, Lisa mengembangkan konsep yang memadukan fesyen berkelanjutan, luxury, modest fashion, dan gaya hidup.

Salah satu gagasan tersebut diarahkan untuk membangun merek yang menyediakan kebutuhan busana dan gaya hidup bagi masyarakat yang melakukan perjalanan umrah dan haji.

“Konsepnya adalah bagaimana kebutuhan ibadah dapat diterjemahkan menjadi produk fesyen yang modern, berkualitas, berkelanjutan dan juga memiliki positioning yang global,” ujarnya.

Lisa menargetkan merek tersebut dapat berkembang hingga memiliki toko atau outlet di berbagai negara.

“Itu salah satu mimpi yang sekarang mulai kami bangun,” kata dia.

Koleksi Batik Kontemporer Disiapkan untuk Oktober

Lisa juga merencanakan peragaan koleksi terbarunya pada Oktober 2026 melalui kolaborasi bersama perajin batik.

Koleksi itu akan menghadirkan batik bermotif polkadot yang dikembangkan secara kontemporer dan dipadukan dengan sejumlah motif batik lainnya.

Peragaan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam Into Motion Fest yang menjadi bagian dari Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), kegiatan yang diprakarsai Bank Indonesia bersama IFC.

Lisa mengatakan berbagai proyek IFC diarahkan agar fesyen Indonesia tidak hanya menghasilkan produk yang menarik, tetapi juga memperkuat identitas, kompetensi, dan keberlanjutan industri.

Ia juga berencana menempuh pendidikan S2 bidang industri kreatif pada 2026 dengan penelitian mengenai peta jalan busana muslim Indonesia untuk menjadi pusat modest sustainable dunia.

Penulis :
Aditya Yohan