HOME  ⁄  Lifestyle

Paparan Sinar UV Bisa Membakar Mata dan Memicu Fotokeratitis, Kenali Gejala serta Pencegahannya

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Paparan Sinar UV Bisa Membakar Mata dan Memicu Fotokeratitis, Kenali Gejala serta Pencegahannya
Foto: (Sumber :Foto ilustrasi. (ANTARA/HO-Panuwat Dangsungnoen dari iStockphoto.).)

Pantau - Paparan sinar ultraviolet (UV) secara berlebihan dapat merusak jaringan permukaan mata dan menyebabkan fotokeratitis atau kondisi menyerupai mata yang terbakar sinar matahari.

Perawat Brandi Jones, MSN-Ed, RN-BC, sebagaimana dikutip dari laman Health, Kamis (20/8/2026), menjelaskan fotokeratitis terjadi ketika sinar UV merusak jaringan permukaan mata, terutama kornea dan konjungtiva.

Kornea merupakan lapisan bening berbentuk kubah pada bagian depan mata yang membantu memfokuskan cahaya, sedangkan konjungtiva adalah selaput tipis yang menutupi bagian putih mata dan melapisi bagian dalam kelopak mata.

Paparan UV Bisa Berasal dari Pantulan Cahaya

Paparan UV tidak hanya berasal dari sinar matahari secara langsung, tetapi juga pantulan cahaya dari beton, pasir, salju, es, dan air.

Risiko fotokeratitis juga meningkat ketika seseorang berada di daerah berketinggian, menggunakan lampu UV atau tanning bed, serta melakukan pengelasan tanpa pelindung mata.

Fotokeratitis umumnya menyerang kedua mata dengan gejala berupa sensasi seperti ada pasir di mata, penglihatan kabur, melihat lingkaran cahaya, nyeri atau rasa terbakar, mata berair, kemerahan, pembengkakan, sakit kepala, serta sensitif terhadap cahaya.

Gejala biasanya muncul enam hingga 12 jam setelah paparan sinar UV dan dapat berlangsung selama satu hingga dua hari.

Dalam kasus yang jarang terjadi, fotokeratitis dapat menyebabkan kehilangan penglihatan atau perubahan kemampuan melihat warna untuk sementara.

Kenali Penanganan dan Cara Mencegah Fotokeratitis

Penderita disarankan tidak mengucek mata, melepas lensa kontak, mengompres mata yang tertutup menggunakan kain dingin dan lembap, serta menghindari cahaya terang untuk membantu meredakan keluhan.

Air mata buatan tanpa bahan pengawet juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa kering pada mata.

Brandi menyarankan seseorang segera mencari pertolongan medis apabila mengalami nyeri berat, cedera mata atau paparan bahan kimia, nyeri hanya pada satu mata, gejala berlangsung lebih dari 48 jam, atau mengalami kehilangan maupun penurunan penglihatan.

Fotokeratitis dapat dicegah dengan memakai kacamata hitam yang memberikan perlindungan 100 persen terhadap UVA dan UVB atau memiliki label UV400.

Kacamata sebaiknya menutupi mata dan area kulit di sekitarnya serta digunakan bersama topi bertepi lebar untuk meningkatkan perlindungan dari sinar UV.

Pelindung mata khusus dengan perlindungan UV yang sesuai juga perlu digunakan saat melakukan aktivitas dengan paparan tinggi, seperti olahraga di kawasan bersalju atau pengelasan.

Penulis :
Aditya Yohan