
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong pelestarian Gereja Blenduk atau Gereja GPIB Immanuel di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, sebagai warisan budaya yang hidup atau living heritage dengan tetap mempertahankan fungsi bangunan sebagai tempat ibadah.
Fadli menilai Gereja Blenduk merupakan bagian penting dari warisan budaya Kota Lama Semarang sehingga keberadaan, kelestarian, dan pemanfaatannya perlu terus dijaga.
“Dan mudah-mudahan gedung ini juga terawat dengan baik dan menjadi living heritage, juga digunakan setiap minggu oleh para jemaat di Gereja Blenduk ini,” ujar Fadli dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (29/8).
Gereja Blenduk dibangun pada 1753 dan direnovasi pada 1895 dengan tetap mempertahankan karakter arsitektur kolonial, termasuk bentuk kubah atau blenduk yang menjadi ciri khas bangunan tersebut.
Menurut Fadli, pelestarian cagar budaya tidak cukup hanya mempertahankan kondisi fisik bangunan, tetapi juga perlu memastikan bangunan tetap memiliki fungsi di tengah kehidupan masyarakat.
Fadli menyampaikan pandangan tersebut ketika meninjau Gereja Blenduk dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Semarang.
Fadli juga menyoroti keberadaan orgel tua yang menjadi bagian dari sejarah Gereja Blenduk karena kondisinya saat ini sudah kurang berfungsi.
“Kami menerima informasi bahwa orgel yang ada di gereja ini kondisinya sudah cukup tua dan kurang berfungsi. Kita berharap nanti akan ada hibah dari Belanda dan tentu kita coba fasilitasi dengan instansi terkait agar orgel tersebut bisa segera difungsikan di sini,” kata Fadli.
Kementerian Kebudayaan akan berupaya memfasilitasi proses hibah tersebut bersama instansi terkait agar orgel dapat kembali digunakan di Gereja Blenduk.
Kementerian Kebudayaan terus mendorong pelestarian cagar budaya melalui pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan dengan tetap memperhatikan nilai sejarah serta karakter asli bangunan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




