HOME  ⁄  Lifestyle

Kebiasaan Sehat Membantu Menjaga Ingatan Jangka Panjang dan Fungsi Otak

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kebiasaan Sehat Membantu Menjaga Ingatan Jangka Panjang dan Fungsi Otak
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi, melakukan aktivitas fisik, cukup tidur, bersosialisasi, dan belajar hal baru bisa membantu menjaga ingatan jangka panjang. Pexels-Vanessa Garcia.)

Pantau - Menjaga pola makan bergizi, rutin beraktivitas fisik, tidur cukup, mengasah otak, bersosialisasi, mempelajari hal baru, serta mengelola penyakit kronis dapat membantu mempertahankan ingatan jangka panjang dan kesehatan otak.

Menurut laporan Health pada Minggu (30/8/2026), ingatan jangka panjang merupakan kemampuan otak menyimpan informasi dalam waktu lama dan mengingatnya kembali ketika dibutuhkan.

Menjaga kesehatan otak menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kemampuan tersebut melalui penerapan kebiasaan hidup sehat secara konsisten.

Pola makan bergizi seimbang yang mengandung antioksidan, flavonoid, asam lemak omega-3, dan vitamin B dikaitkan dengan kemampuan kognitif yang lebih baik karena dapat mengurangi peradangan, melindungi sel otak, serta meningkatkan aliran darah ke otak.

Diet Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay (MIND) dapat menjadi pilihan dengan mengutamakan sayuran hijau, buah beri, biji-bijian, dan kacang-kacangan serta membatasi daging merah, makanan olahan, gorengan, dan makanan manis.

Aktivitas fisik secara teratur juga dapat meningkatkan kesehatan otak sekaligus mengurangi risiko gangguan kognitif dan sejumlah penyakit yang dapat berdampak pada fungsi otak.

Orang dewasa direkomendasikan melakukan sekitar 150 menit aktivitas fisik berintensitas sedang atau 75 menit aktivitas fisik berintensitas tinggi dalam sepekan.

Tidur yang cukup memberi otak waktu untuk membentuk ingatan baru dan membersihkan racun berbahaya sekaligus membantu meningkatkan fokus serta kemampuan mengingat fakta.

Kebanyakan orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam meskipun kebutuhan tersebut dapat berubah seiring bertambahnya usia.

Otak membutuhkan aktivitas yang menantang pikiran dan mendorong terbentuknya koneksi baru agar tetap fleksibel dan tajam.

Permainan kartu, permainan papan, latihan otak daring, teka-teki kata dan angka, serta teka-teki jigsaw dapat menjadi pilihan untuk mengasah kemampuan otak.

Bersosialisasi juga dinilai bermanfaat bagi kesehatan otak serta dapat mengurangi risiko demensia dan kondisi kronis lain seperti depresi dan penyakit jantung.

Penelitian menunjukkan keterlibatan dalam aktivitas sosial dapat memberikan efek perlindungan pada otak dan membantu mempertahankan kemampuan kognitif seperti memori dan berpikir.

Studi pada 2022 terhadap orang dengan demensia menunjukkan interaksi sekali dalam sepekan dengan keluarga, teman, atau komunitas dapat membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif.

Mempelajari keterampilan baru dapat memberikan tantangan bagi otak setelah seseorang menguasai suatu kemampuan yang tidak lagi membutuhkan kerja mental sebesar sebelumnya.

Belajar bahasa asing, berlatih musik, mengikuti kelas seni atau memasak, serta mengikuti kursus lain dapat menjadi pilihan untuk terus memberikan tantangan baru kepada otak.

Kondisi kesehatan kronis seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, dan penyakit ginjal dinilai berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif, sedangkan obesitas pada usia 35 hingga 65 tahun dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih tinggi.

Pengelolaan penyakit kronis melalui perawatan, perubahan gaya hidup, dan intervensi yang diperlukan dapat membantu mengurangi risiko penurunan fungsi kognitif.

Individu dengan masalah kesehatan kronis dianjurkan berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan untuk merencanakan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026