HOME  ⁄  Lifestyle

Studi Ungkap Celana Dalam Ketat Dapat Memengaruhi Kesuburan Pria, tetapi Bukan Faktor Utama

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Studi Ungkap Celana Dalam Ketat Dapat Memengaruhi Kesuburan Pria, tetapi Bukan Faktor Utama
Foto: (Sumber :Ilustrasi pria yang mengalami masalah kesuburan (ANTARA/Shutterstock/Dokurose).)

Pantau - Sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Medis Chulalongkorn pada Juli 2026 menemukan pilihan celana dalam dapat memengaruhi sejumlah parameter kesuburan pria, meski pakaian dalam bukan faktor utama yang menentukan kemampuan seseorang memiliki keturunan.

Peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Chulalongkorn melibatkan pria Thailand berusia 20-55 tahun yang mencari perawatan infertilitas di Unit Biologi Reproduksi Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn pada Maret-Juni 2024.

Sebanyak 116 peserta yang memenuhi syarat mengisi kuesioner mengenai demografi, riwayat medis, dan jenis celana dalam serta memberikan sampel air mani yang dianalisis berdasarkan edisi keenam manual laboratorium Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hasil penelitian menunjukkan 93,1 persen peserta menggunakan celana dalam ketat pada siang hari, sedangkan 74,1 persen beralih menggunakan celana boxer atau tidak mengenakan celana dalam pada malam hari.

Celana Dalam Longgar Berkaitan dengan Volume Air Mani

Penelitian menemukan pria yang menggunakan celana dalam longgar pada siang dan malam memiliki volume air mani lebih tinggi dengan rata-rata 1,2 mililiter.

Sementara itu, pria yang menggunakan celana dalam ketat sepanjang siang dan malam tercatat memiliki persentase sperma berbentuk normal lebih tinggi dengan rata-rata selisih setengah poin persentase.

Peneliti menyimpulkan pilihan gaya hidup seperti penggunaan pakaian dalam dapat memengaruhi volume air mani dan morfologi atau bentuk sperma.

Namun, volume air mani maupun morfologi sperma tidak dapat digunakan secara tunggal untuk menentukan apakah seorang pria dapat memiliki anak.

Penelitian tersebut juga menganalisis fragmentasi DNA sperma sebagai salah satu ukuran kualitas sperma yang semakin banyak digunakan di klinik kesuburan, tetapi tidak menemukan kaitan dengan jenis pakaian dalam.

Suhu Testis Jadi Salah Satu Faktor yang Dikaji

Perdebatan mengenai pengaruh celana dalam terhadap kesuburan antara lain berkaitan dengan sensitivitas produksi sperma terhadap suhu.

Sejumlah penelitian yang mengukur suhu skrotum secara langsung menunjukkan jenis pakaian dalam dapat memengaruhi suhu tersebut.

Namun, belum dapat dipastikan apakah perbedaan suhu akibat jenis pakaian dalam cukup besar atau berlangsung cukup lama untuk memengaruhi hasil kesuburan.

Faktor lain seperti postur tubuh dan pakaian yang digunakan juga dapat memengaruhi suhu skrotum.

Gaya Hidup Lain Punya Pengaruh Lebih Besar

Pakaian dalam disebut hanya menjadi salah satu variabel kecil dibandingkan sejumlah faktor lain yang lebih banyak menjadi perhatian dalam kesehatan reproduksi pria.

Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, obat-obatan tertentu, infeksi, varikokel, dan usia memiliki hubungan yang lebih mapan dengan kualitas air mani.

Pria yang ingin mengetahui kondisi kesuburannya disarankan menjalani analisis sperma dan berkonsultasi dengan ahli urologi atau spesialis reproduksi daripada hanya mengandalkan perubahan jenis pakaian dalam.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026