HOME  ⁄  Lifestyle

Fadli Zon Dorong Revitalisasi Desa Adat Sade Dilengkapi Mitigasi Kebakaran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Fadli Zon Dorong Revitalisasi Desa Adat Sade Dilengkapi Mitigasi Kebakaran
Foto: (Sumber :Menteri Kebudayaan Fadli Zon (tengah) saat ditemui media usai acara “Pengumuman Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan” di Jakarta, Jumat (4/9/2026). ANTARA/Sri Dewi Larasati.)

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong revitalisasi Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dilengkapi langkah mitigasi untuk mencegah terulangnya kebakaran yang sebelumnya merusak 167 bangunan dan sejumlah aset budaya.

"Tentu kita akan revitalisasi, tapi kita berharap harus ada mitigasi, antisipasi supaya tidak terulang kembali karena ini banyak bahan-bahannya itu yang mudah terbakar," kata Fadli saat ditemui seusai acara "Pengumuman Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan" di Jakarta, Jumat (4/9/2026) malam.

Fadli mengatakan rencana revitalisasi telah mendapatkan arahan, sedangkan pemerintah masih menunggu konsep dan desain dari desainer atau arsitek yang ditunjuk.

Pemerintah Tunggu Desain Revitalisasi

Kementerian Kebudayaan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk mempersiapkan revitalisasi kawasan adat tersebut.

"Juga jaraknya, kita nunggu hasil dulu dari desain dari desainer atau arsitek yang telah ditunjuk. Kita koordinasi terus dengan gubernur dan juga bupati di Lombok Tengah. Setelah siap desainnya, roadmap-nya segera kita laksanakan revitalisasi," tutur Fadli.

Fadli mengatakan waktu penyelesaian revitalisasi belum dapat dipastikan karena masih bergantung pada penyelesaian desain.

"Begitu ada langsung kita laksanakan. Mudah-mudahan bisa di tahun ini, kalau tidak di awal tahun depan," tutur Fadli.

Kebakaran Rusak 167 Bangunan dan Aset Budaya

Kebakaran melanda Kampung Adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pada Sabtu (22/8/2026) malam dan mengakibatkan kerusakan masif terhadap bangunan serta aset kebudayaan.

Sebanyak 75 rumah adat, 69 toko kerajinan, dan delapan lumbung alang hangus dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran juga berdampak pada enam Berugak Sekepat, empat Berugak Sekenam Besar, satu masjid, satu Bale Beleq, satu toilet umum, satu gerbang desa, dan satu Pelonggo.

Fadli menyayangkan sejumlah artefak dan peralatan tradisional ikut terbakar, termasuk lontar serta perlengkapan yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat setempat.

"Tapi nanti akan ada dibuatkan lagi untuk alat-alat tenunnya. Memang kalau yang sudah terbakar kita sangat sayangkan itu seperti lontar, kemudian ada beberapa alat-alat tradisional belek, itu mungkin ada gantinya nanti," imbuh Fadli.

Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Nusa Tenggara Barat telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendata dampak kebakaran dan menyusun langkah pemulihan Desa Adat Sade.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026