HOME  ⁄  Lifestyle

PDPI Sebut Masker N95 Beri Proteksi Maksimal dari Abu Vulkanik, Masyarakat Diminta Tetap Lindungi Pernapasan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PDPI Sebut Masker N95 Beri Proteksi Maksimal dari Abu Vulkanik, Masyarakat Diminta Tetap Lindungi Pernapasan
Foto: (Sumber :Ilustrasi seseorang mengenakan masker n95 (Pixabay).)

Pantau - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyebut masker N95 memberikan proteksi maksimal terhadap paparan abu vulkanik, tetapi masyarakat tetap dapat menggunakan jenis masker lain karena memakai masker lebih melindungi sistem pernapasan dibandingkan tidak menggunakannya sama sekali.

Ketua Pokja Rokok dan anggota Pokja Paru Kerja dan Lingkungan PDPI DR. dr. Feni Fitriani Taufik, Sp.P(K) mengatakan penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi paparan abu vulkanik.

“Menggunakan masker jenis apapun pasti mempunyai efek proteksi yang lebih baik dibandingkan tidak menggunakan masker sama sekali,” kata Feni.

N95 Beri Proteksi Maksimal

Feni menjelaskan masker N95 memiliki tingkat proteksi paling maksimal karena dapat meminimalkan kebocoran pada setiap sisi antara masker dan pipi apabila digunakan sesuai aturan.

Namun, penggunaan N95 dalam waktu lama pada sebagian orang dapat menimbulkan rasa kurang nyaman seperti sensasi dibekap.

“Setiap masker ada kelebihan dan kekurangannya, jadi pilih masker yang sesuai, menggunakan masker jenis apapun tetap lebih melindungi daripada tidak pakai masker sama sekali,” ucap Feni.

Masyarakat juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah serta menutup pintu dan jendela dengan rapat ketika wilayah tempat tinggal terdampak penyebaran abu vulkanik.

Orang yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan dianjurkan memakai masker dan kacamata, mencuci pakaian yang terkena abu secara terpisah, serta segera mandi untuk membersihkan partikel yang menempel pada tubuh.

Feni menegaskan tidak ada makanan atau minuman tertentu yang secara khusus dapat melindungi paru-paru dari paparan abu vulkanik.

Masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, beristirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta tidak merokok atau menggunakan rokok elektronik.

Abu Vulkanik Bisa Masuk ke Saluran Napas Dalam

Abu vulkanik merupakan partikel sangat halus dari batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang terlontar ketika terjadi erupsi.

Partikel tersebut dapat berukuran PM10 dan PM2.5 sehingga berpotensi terhirup hingga mencapai saluran pernapasan bagian dalam.

Paparan abu dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan serta memicu batuk, bersin, dan nyeri tenggorokan.

Abu yang masuk ke paru-paru juga dapat memperberat asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), penyakit paru lainnya, bronkitis, hingga infeksi saluran pernapasan akut.

“Pada pajanan tinggi dan lama dapat mengganggu fungsi paru. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit paru atau jantung lebih berisiko mengalami dampak serius,” katanya.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan
FLOII 2026