HOME  ⁄  Lifestyle

Lomba Bahasa Mandarin Mengajak Generasi Muda Mengenal Warisan Budaya Tionghoa-Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Lomba Bahasa Mandarin Mengajak Generasi Muda Mengenal Warisan Budaya Tionghoa-Indonesia
Foto: (Sumber :Lomba bahasa mandarin soroti warisan budaya Tionghoa-Indonesia.

Pantau - Lomba pidato dan presentasi berbahasa Mandarin di Indonesia menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus memperkenalkan warisan budaya Tionghoa-Indonesia melalui beragam tema, mulai dari kuliner, arsitektur, festival, adat istiadat hingga kepercayaan.

Lomba yang dimulai pada Mei 2026 tersebut menerima sebanyak 197 video peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Setelah melewati babak penyisihan, sebanyak 34 siswa sekolah dasar dan menengah maju ke final secara langsung, sedangkan 30 mahasiswa dari program studi terkait bahasa Mandarin mengikuti final secara daring.

Peserta kategori sekolah dasar dan menengah menyampaikan pidato berbahasa Mandarin dengan tema "Budaya Tionghoa di Mata Saya", sementara mahasiswa berkompetisi melalui presentasi video dan pemungutan suara secara daring.

Peserta Angkat Tradisi hingga Kuliner

Para peserta mengangkat beragam aspek budaya Tionghoa-Indonesia berdasarkan kehidupan dan pengamatan di lingkungan masing-masing.

Irovi dari Selat Panjang, Provinsi Riau, memperkenalkan tradisi khas Tahun Baru Imlek di kampung halamannya berupa arak-arakan dewa.

"Budaya dapat terus hidup dalam kehidupan kita sehari-hari," ujarnya.

Zheng Xujun, siswa kelas 11 Xin Zhong School di Surabaya, mengikuti lomba tersebut untuk memperkenalkan budaya Tionghoa-Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.

Dalam persiapannya, Zheng memilih tema sekolah Tionghoa yang dinilainya menjadi salah satu wadah untuk mengajarkan budaya dan tradisi Tionghoa di Indonesia.

Sementara itu, Wiratama memperkenalkan Kelenteng Konghucu di Surabaya dalam video babak penyisihan sebagai bagian khas dari budaya Tionghoa setempat.

Pada babak final, Wiratama mengangkat tema kuliner dengan memperkenalkan kue mangkok dan wajik yang terbuat dari beras ketan dan gula aren serta biasa digunakan masyarakat Tionghoa-Indonesia dalam persembahan ritual.

Lomba Jadi Sarana Mengenal Warisan Budaya

Wiratama menilai proses persiapan lomba membantunya memahami budaya leluhur dengan lebih baik sekaligus menumbuhkan rasa syukur terhadap warisan tersebut.

Ashley Renata, siswa kelas 11 Xin Zhong School, mengatakan lomba tersebut memberinya kesempatan untuk mempelajari budaya Tionghoa-Indonesia, mengenal teman baru, serta menguji kemampuan bahasa Mandarinnya.

Sejumlah peserta dalam babak penyisihan turut mengangkat kisah Zheng He, masjid-masjid Zheng He, serta sejarah pertukaran antara China dan Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026