HOME  ⁄  Ekonomi

Ekonom Nilai Keanggotaan BRICS Perkuat Ekonomi Indonesia dan Buka Pasar Ekspor Baru

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ekonom Nilai Keanggotaan BRICS Perkuat Ekonomi Indonesia dan Buka Pasar Ekspor Baru
Foto: (Sumber :Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman Samarinda, Aji Sofyan Efendi (ANTARA/ HO- Dokumentasi pribadi).)

Pantau - Ekonom Universitas Mulawarman Samarinda Aji Sofyan Efendi menilai keanggotaan Indonesia dalam BRICS dapat memperkuat perekonomian nasional melalui perluasan pasar ekspor, pembiayaan alternatif, dan peningkatan posisi tawar Indonesia di tingkat global.

Indonesia resmi menjadi anggota BRICS pada 6 Januari 2025 dan dinilai memiliki peluang memperluas hubungan perdagangan dengan negara-negara anggota kelompok tersebut.

"Keanggotaan tersebut membuka akses pasar baru yang lebih luas. Selama ini ekspor Indonesia masih bertumpu pada Amerika Serikat, Eropa, Jepang dan kawasan ASEAN," ujar Aji Sofyan Efendi di Samarinda, Kalimantan Timur, Senin, 14 September 2026.

Menurut Aji, keanggotaan tersebut turut membuka peluang perdagangan Indonesia dengan Brasil, Rusia, India, dan Afrika Selatan.

Pasar Ekspor Indonesia Berpeluang Meluas

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekspor Indonesia ke Afrika mencapai 2,4 persen pada 2024, ketika Indonesia belum resmi bergabung dengan BRICS.

Sementara itu, impor Indonesia dari Brasil meningkat 17,95 persen dan ekspor ke negara tersebut tumbuh 7,71 persen pada 2025.

"Produk UMKM, kelapa sawit, nikel, hingga furnitur Indonesia kini memiliki etalase pasar yang lebih beragam," ujar Aji Sofyan.

BRICS merupakan forum kerja sama ekonomi dan geopolitik yang memiliki 10 negara anggota setelah Indonesia resmi bergabung.

Kelompok tersebut mencakup lebih dari 40 persen populasi dunia dan hampir sepertiga perekonomian global.

Selain perluasan pasar, keberadaan New Development Bank (NDB) dinilai dapat menjadi sumber pembiayaan alternatif bagi Indonesia.

Pendanaan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan energi, termasuk di Ibu Kota Nusantara, serta berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja.

Indonesia Perlu Tingkatkan Daya Saing

Agenda pengurangan ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan antaranggota BRICS juga dinilai dapat memberikan manfaat bagi Indonesia.

Penggunaan mata uang lokal dalam transaksi diperkirakan dapat membantu menekan inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Namun, Aji mengingatkan persaingan produk antarnegara anggota BRICS cukup ketat sehingga peningkatan daya saing menjadi hal yang perlu diperhatikan Indonesia.

Indonesia juga dinilai perlu mempertahankan keseimbangan hubungan diplomatik agar pasar yang selama ini terbentuk di Amerika Serikat dan Eropa tetap terjaga.

Manfaat keanggotaan BRICS diperkirakan lebih bersifat jangka menengah hingga panjang sehingga tidak dapat dirasakan secara instan.

"BRICS bukan obat ajaib, melainkan peluang yang harus dimanfaatkan dengan kesiapan dalam negeri. Keberhasilan pada akhirnya tetap ditentukan oleh seberapa kuat kemampuan bersaing dan kemandirian ekonomi bangsa sendiri," katanya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026