
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk memperluas akses pembangunan bagi masyarakat rentan yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi dan layanan.
“Pembangunan yang tangguh harus inklusif. Kemajuan yang kita capai harus dapat dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Teknologi dan inovasi perlu kita manfaatkan untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).
Airlangga mengatakan transformasi digital menjadi salah satu instrumen untuk memperluas manfaat pembangunan melalui peningkatan akses layanan dan konektivitas.
Pemanfaatan teknologi juga dapat membantu menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya belum memperoleh manfaat pembangunan secara optimal.
Transformasi Digital Harus Cegah Kesenjangan
Airlangga mengingatkan transformasi digital perlu dilaksanakan secara inklusif agar perkembangan teknologi tidak justru memperlebar kesenjangan di tengah masyarakat.
Kerja sama BRICS dinilai dapat berperan dalam memperkuat pertukaran pengetahuan dan memperluas akses teknologi, terutama bagi negara berkembang.
Pada hari kedua KTT BRICS ke-18, Presiden Prabowo mengikuti sesi bertema “Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth”.
Sesi tersebut turut melibatkan negara mitra, negara Outreach, serta sejumlah organisasi internasional setelah sesi hari pertama dikhususkan bagi negara anggota penuh BRICS.
Dalam forum tersebut, Prabowo menekankan pentingnya membangun koherensi antara kebijakan pembangunan berkelanjutan, penanganan perubahan iklim, dan pengurangan risiko bencana.
Ketiga agenda tersebut dinilai perlu ditempatkan dalam satu kerangka kebijakan yang saling memperkuat agar hasil pembangunan mampu bertahan menghadapi berbagai risiko pada masa mendatang.
Indonesia Dorong BRICS Hasilkan Kerja Sama Konkret
Indonesia memandang BRICS perlu berperan aktif dalam diskusi dan proses negosiasi mengenai arah agenda pembangunan global setelah 2030.
Dengan cakupan populasi dan kekuatan ekonomi negara anggotanya, BRICS dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk agenda pembangunan global yang lebih inklusif.
Indonesia juga mendorong BRICS tidak hanya menjadi forum untuk membahas berbagai tantangan pembangunan, tetapi menghasilkan kerja sama konkret yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan




