HOME  ⁄  Ekonomi

Wamenaker Dorong Generasi Muda Manfaatkan AI untuk Dongkrak Produktivitas Kerja

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wamenaker Dorong Generasi Muda Manfaatkan AI untuk Dongkrak Produktivitas Kerja
Foto: (Sumber :Arsip - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor dalam Forum Indonesia’s Sustainability 360 di Jakarta, Kamis (27/8/2026). (ANTARA/HO-Kemnaker RI).)

Pantau - Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mendorong generasi muda memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mempersiapkan kompetensi menghadapi perubahan dunia kerja.

Afriansyah mengatakan perkembangan AI, otomatisasi, dan teknologi digital telah mengubah cara kerja di berbagai sektor sehingga generasi muda perlu terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi.

“Jangan takut pada AI, tapi jangan sampai tertinggal oleh AI. Jadikan teknologi sebagai alat pengganda produktivitas,” kata Afriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Menurut dia, kemampuan seseorang dalam menghadapi dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh ijazah, tetapi juga kompetensi, karakter, serta kemauan untuk terus belajar.

Kesiapan menghadapi perubahan tersebut perlu dibangun sejak generasi muda masih menempuh pendidikan agar teknologi dapat dimanfaatkan sebagai peluang dalam dunia kerja.

Angkatan Kerja Indonesia Capai 154,91 Juta Orang

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 154,91 juta orang dengan tingkat pengangguran sebesar 4,68 persen.

Data tersebut juga mencatat 19,44 persen pemuda berusia 15 hingga 24 tahun berada dalam kondisi Not in Education, Employment, or Training (NEET), yakni tidak bekerja, tidak sedang menempuh pendidikan, maupun mengikuti pelatihan.

Afriansyah mengajak generasi muda mengubah pola pikir dari sekadar menjadi pencari kerja menuju pencipta lapangan kerja.

Penguasaan kompetensi dan pemanfaatan teknologi dinilai dapat menjadi modal untuk menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus membuka peluang kerja baru.

Kemnaker Siapkan Program Peningkatan Kompetensi

Kementerian Ketenagakerjaan terus menjalankan sejumlah program untuk membantu generasi muda mempersiapkan kompetensi sesuai perkembangan kebutuhan dunia kerja.

Program tersebut meliputi Pelatihan Vokasi Nasional, Magang Nasional atau MagangHub, Talent and Innovation Hub (TIH) Pembinaan Talenta Vokasi Indonesia, serta pelatihan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).

Afriansyah menilai kesiapan generasi muda juga harus diperkuat melalui keterhubungan antara proses pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan industri.

“Kampus tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu, tetapi juga perlu membekali mahasiswa dengan karakter, kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan kewirausahaan,” ujarnya.

Penguatan keterhubungan tersebut membutuhkan dukungan pemerintah, perguruan tinggi, industri, komunitas, dan media untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang mendukung kesiapan generasi muda.

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia itu juga sejalan dengan RPJMN 2025–2029 dalam membangun sumber daya manusia yang adaptif dan memiliki daya saing global.

“Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk AI, untuk meningkatkan produktivitas dan mengambil peran dalam perubahan dunia kerja serta pembangunan Indonesia,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026