
Pantau - Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kerja sama negara-negara berkembang atau Global South melalui BRICS untuk menciptakan peluang pembangunan yang lebih besar di tengah perubahan iklim dan konflik geopolitik global.
Prabowo menyampaikan pandangan tersebut dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, India.
Kekuatan kolektif Global South dinilai menjadi modal penting untuk memperluas pembangunan dengan memanfaatkan pasar, sumber daya, teknologi, modal, dan pengetahuan yang dimiliki negara-negara berkembang.
Global South Hadapi Tantangan Bersama
Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan yang berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan, mulai dari pangan, pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan hingga ekonomi, infrastruktur, serta kesehatan masyarakat.
Tantangan tersebut semakin kompleks akibat konflik geopolitik yang mengganggu rantai distribusi komoditas global serta berpotensi menimbulkan kelangkaan pasokan dan inflasi.
Dalam kondisi tersebut, Indonesia berupaya mendorong kembali semangat persatuan global, khususnya di antara negara-negara Global South, melalui kerja sama yang inklusif dan komprehensif.
Negara-negara berkembang seperti China, India, Indonesia, dan Pakistan memiliki populasi besar yang sekaligus menciptakan potensi pasar dan peluang ekonomi.
Besarnya populasi tersebut juga membuat kelompok negara berkembang kerap disebut sebagai Global Majority.
BRICS Buka Peluang Integrasi Ekonomi
Kerja sama BRICS membuka peluang bagi negara-negara berkembang untuk memperkuat konektivitas logistik dan rantai pasok komoditas global.
Integrasi pasar, modal, sumber daya, teknologi, dan pengetahuan juga menjadi instrumen yang dapat digunakan negara berkembang untuk mengoptimalkan potensi ekonominya.
Penguatan kerja sama tersebut diarahkan agar negara-negara berkembang dapat meningkatkan kesejahteraan nasional sekaligus memperluas perannya dalam perekonomian dunia.
Indonesia melalui partisipasinya dalam KTT BRICS 2026 turut membawa agenda penguatan industrialisasi dan rantai pasok global sebagai bagian dari upaya memperluas kerja sama antarnegara berkembang.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




