HOME  ⁄  Lifestyle

Kemenbud Apresiasi Al-Azhar Hadirkan Indonesian House sebagai Pusat Budaya Indonesia di Mesir

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kemenbud Apresiasi Al-Azhar Hadirkan Indonesian House sebagai Pusat Budaya Indonesia di Mesir
Foto: (Sumber :Arsip - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti (kedua kiri) meresmikan Program Studi Bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa dan Terjemahan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Kamis (6/11/2025). ANTARA/HO-KBRI Kairo/pri..)

Pantau - Kementerian Kebudayaan mengapresiasi rencana Al-Azhar University di Kairo, Mesir, menghadirkan Indonesian House sebagai pusat pengenalan kebudayaan Indonesia sekaligus ruang pembelajaran dan kegiatan mahasiswa.

"Rumah Indonesia dapat menjadi bentuk konkret kerja sama Indonesia dan Al-Azhar serta pusat pengenalan kebudayaan Indonesia di Mesir dan kawasan Timur Tengah,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan yang dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Rencana tersebut dibahas Fadli dalam pertemuan dengan Acting President of Al-Azhar University Prof. Dr. Mahmoud Siddiq Hassan di Kairo.

Pertemuan membahas penguatan kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, bahasa, pertukaran akademik, hingga hubungan antarmasyarakat.

Al-Azhar Siapkan Lahan dan Konsep Bangunan

Pihak Al-Azhar telah menyiapkan lahan, rancangan, dan konsep arsitektur untuk pembangunan Indonesian House.

Gedung tersebut direncanakan menjadi pusat pengenalan budaya Indonesia serta ruang pembelajaran dan kegiatan bagi mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia.

Al-Azhar juga menjadi tempat sekitar 23 ribu mahasiswa asal Indonesia menimba ilmu.

Fadli turut menyoroti hubungan diplomatik Indonesia dan Mesir yang telah berlangsung sejak masa awal kemerdekaan Indonesia serta berkembang melalui Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok.

Al-Azhar Tawarkan Kerja Sama Akademik

Mahmoud Siddiq Hassan juga menyampaikan rencana pengiriman akademisi Al-Azhar ke sejumlah negara Islam melalui program Visiting Professor yang dibiayai penuh oleh Al-Azhar.

Program tersebut ditujukan untuk memperkuat hubungan akademik dan kebudayaan antarnegara.

Sejumlah perguruan tinggi Indonesia telah terlibat, antara lain Universitas Sebelas Maret Surakarta dan UIN Jakarta, sementara kerja sama dengan universitas lainnya masih diproses.

Al-Azhar turut menawarkan kerja sama publikasi dan riset, termasuk pemberian sejumlah hasil penelitian serta buku pendidikan untuk dimanfaatkan di Indonesia.

Universitas Al-Azhar yang didirikan pada kisaran 970-972 Masehi merupakan salah satu universitas tertua yang masih beroperasi dan menjadi tujuan pelajar internasional, termasuk dari Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026