HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Menjelaskan Tidur Berkualitas Berperan Penting Menjaga Kesehatan dan Fungsi Otak

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dokter Menjelaskan Tidur Berkualitas Berperan Penting Menjaga Kesehatan dan Fungsi Otak
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Seorang wanita yang sedang tidur. ANTARA/Pexels/Andrea Piacquadio/am..)

Pantau - Tidur tidak hanya menjadi waktu untuk beristirahat, tetapi berperan penting dalam menjaga fungsi otak, termasuk membantu memperbaiki sel saraf dan memperkuat memori.

Dokter Spesialis Neurologi dr. Oktaviana Niken P., Sp.N., DAIFIDN., MMRS., FNR., AIFO-K., mengatakan kualitas tidur perlu diperhatikan karena gangguan tidur dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.

“Tidur bukan sekadar waktu istirahat, melainkan proses penting bagi otak untuk memperbaiki sel saraf dan memperkuat memori,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (30/9).

Gangguan tidur dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk insomnia, dengan keluhan seperti mudah lelah, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan gangguan suasana hati.

Gaya hidup masyarakat perkotaan dengan waktu tidur minim, penggunaan gawai berlebihan, serta tekanan pekerjaan juga disebut dapat berdampak terhadap kesehatan otak apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Pemeriksaan Dapat Memetakan Aktivitas Otak

Menurut Oktaviana, pemeriksaan sejak dini dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi seseorang.

Salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan adalah quantitative electroencephalography (qEEG) atau brain mapping untuk memetakan aktivitas gelombang otak.

Pemeriksaan tersebut dapat memberikan gambaran pola aktivitas otak yang berkaitan dengan gangguan tidur, stres, maupun risiko penurunan fungsi kognitif.

Selain pemeriksaan, pendekatan neurofeedback dapat digunakan untuk melatih otak dalam memperbaiki pola gelombang yang tidak seimbang serta mendukung fokus, kualitas tidur, dan regulasi emosi.

Penanganan Disesuaikan dengan Kondisi Individu

Dokter Febby Astari, IFMCP, yang berpraktik di Seraphim Medical Centre dan berfokus pada functional medicine, mengatakan program kesehatan otak dan tidur perlu disesuaikan dengan kondisi setiap individu berdasarkan hasil pemeriksaan.

“Setiap program di Brain Wellness & Sleep Center disusun secara personal berdasarkan hasil pemeriksaan masing-masing klien,” katanya.

Layanan kesehatan otak dan tidur tersebut juga menangani keluhan seperti brain fog, gangguan fungsi motorik, kelelahan kronis akibat stres, serta risiko penurunan fungsi kognitif dan demensia pada usia produktif maupun lanjut.

Masyarakat yang mengalami gangguan tidur atau keluhan fungsi otak secara menetap dapat berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026