HOME  ⁄  Lifestyle

Psikolog Ingatkan Bahaya Overthinking Berlebihan, Segera Konsultasi Jika Mulai Ganggu Tidur dan Aktivitas Sehari-hari

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Psikolog Ingatkan Bahaya Overthinking Berlebihan, Segera Konsultasi Jika Mulai Ganggu Tidur dan Aktivitas Sehari-hari
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Orang cenderung berpikir berlebihan ketika sendirian. (Pixabay/am).)

Pantau - Psikolog klinis dewasa Miki Amrilya Wardati mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kebiasaan berpikir berlebihan atau overthinking apabila kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti menyebabkan sulit tidur, kehilangan konsentrasi, hingga muncul rasa takut melakukan sesuatu.

Miki menyarankan individu yang mengalami kondisi tersebut untuk segera berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional kesehatan mental guna mengetahui penyebab dan kemungkinan adanya gangguan psikologis yang menyertai.

"Perlu dikonsultasikan kalau misalkan ternyata overthinking itu sudah over-nya itu betul sesuai kata over dan memang mengganggu keberfungsian hidup sehari-hari," kata Miki dalam acara temu media di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Psikolog yang juga menjadi mitra Halodoc tersebut menjelaskan bahwa kebiasaan mengkhawatirkan sesuatu sebenarnya merupakan hal yang wajar dialami seseorang.

Namun, apabila pikiran berlebihan mulai memengaruhi kemampuan seseorang menjalani kehidupan sehari-hari, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Psikolog Jelaskan Overthinking Bukan Gangguan Mental, Melainkan Gejala

Miki menjelaskan bahwa overthinking atau kebiasaan berpikir secara berlebihan tidak secara otomatis dikategorikan sebagai gangguan kesehatan mental.

Menurutnya, kondisi tersebut lebih tepat dipahami sebagai gejala yang dapat muncul ketika seseorang menghadapi kekhawatiran atau persoalan tertentu.

Meski demikian, gejala tersebut perlu diperhatikan apabila mulai menimbulkan perubahan pada kondisi psikologis maupun kemampuan seseorang menjalankan aktivitas.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain kesulitan berkonsentrasi, munculnya ketakutan untuk melakukan sesuatu, gangguan tidur, serta rasa tidak nyaman ketika beraktivitas.

Miki menegaskan bahwa tenaga profesional dapat membantu menilai apakah kebiasaan berpikir berlebihan tersebut berkaitan dengan gejala psikologis lainnya.

"Ini nanti akan dibantu oleh profesional apakah overthinking ini disertai gejala lain atau tidak, sehingga nanti bisa ditarik diagnosa oleh profesional apakah ada gangguan tertentu atau tidak," ia menjelaskan.

Pemeriksaan oleh tenaga profesional diperlukan agar kondisi yang dialami seseorang tidak langsung disimpulkan sebagai gangguan kesehatan mental tertentu tanpa penilaian yang tepat.

Sulit Tidur dan Konsentrasi Bisa Jadi Tanda Overthinking Perlu Ditangani

Salah satu hal yang ditekankan Miki adalah pentingnya memperhatikan dampak overthinking terhadap fungsi kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan memikirkan suatu persoalan secara terus-menerus perlu mendapat perhatian apabila membuat seseorang kesulitan menjalankan kegiatan yang biasanya dapat dilakukan dengan baik.

Gangguan konsentrasi menjadi salah satu gejala yang disebutkan Miki karena kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menyelesaikan aktivitas.

Selain itu, munculnya rasa takut untuk melakukan sesuatu juga perlu diperhatikan, terutama apabila ketakutan tersebut mulai membatasi kegiatan sehari-hari.

Kesulitan tidur merupakan tanda lain yang dapat muncul ketika seseorang mengalami pikiran berlebihan.

Menurut Miki, perubahan-perubahan tersebut perlu dikenali agar seseorang dapat menentukan kapan harus mencari bantuan profesional.

Ia menekankan bahwa konsultasi tidak harus menunggu sampai kondisi psikologis semakin berat apabila gangguan sudah mulai dirasakan.

Masyarakat Diminta Kenali Perubahan Kondisi Mental Sejak Dini

Miki yang tergabung dalam Ikatan Psikolog Indonesia mengingatkan pentingnya kemampuan setiap individu untuk mengenali dan memahami kondisi dirinya sendiri.

Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi pribadi dapat membantu seseorang menyadari perubahan yang tidak biasa, baik dari sisi pikiran, perasaan, maupun aktivitas sehari-hari.

Perubahan tersebut perlu menjadi perhatian apabila mulai menimbulkan ketidaknyamanan atau mengganggu kemampuan seseorang menjalani kehidupan.

"Kalau ada perubahan dan dirasa itu tidak biasa, apalagi mengganggu, di situ langsung bisa konsultasi pada profesional," kata Miki.

Ia menegaskan bahwa mengenali kondisi diri sendiri merupakan langkah penting, tetapi penentuan diagnosis gangguan kesehatan mental tetap harus dilakukan oleh tenaga profesional.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa gejala yang dialami merupakan tanda gangguan mental tertentu.

Diagnosis Depresi atau Bipolar Harus Dilakukan Tenaga Profesional

Miki juga mengingatkan bahwa kebiasaan berpikir berlebihan dapat memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah terdapat gejala lain yang menyertainya.

Dalam proses konsultasi, tenaga profesional akan melakukan penilaian untuk menentukan apakah seseorang mengalami gangguan kesehatan mental tertentu atau tidak.

Ia mencontohkan bahwa kondisi seperti depresi maupun gangguan bipolar memerlukan pemeriksaan profesional sebelum diagnosis dapat ditegakkan.

"Nanti profesional yang akan mendiagnosa gangguan apa, apakah tadi depresi atau bipolar. Kita harus kenal sinyal tubuh kita, tapi kita juga harus mengkonsultasikan supaya tegak diagnosanya," ia menjelaskan.

Miki menekankan bahwa kesadaran terhadap perubahan kondisi diri perlu diikuti dengan langkah mencari pertolongan apabila gejala yang dialami mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Dengan berkonsultasi kepada tenaga profesional, seseorang dapat memperoleh penilaian yang sesuai terhadap kondisi psikologisnya tanpa harus melakukan diagnosis sendiri.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026