
Pantau - Dokter gigi Zahrah Almira mengingatkan masyarakat agar tidak hanya memperhatikan kebersihan permukaan gigi, tetapi juga rutin membersihkan garis gusi dan sela gigi untuk mencegah penumpukan plak yang dapat memicu gangguan kesehatan gigi dan mulut.
Menurut Zahrah, kedua bagian tersebut sering terlewat ketika seseorang menyikat gigi, meskipun menjadi area yang perlu dijaga kebersihannya setiap hari.
Peringatan itu disampaikan melalui keterangan pers merek perawatan gigi dan mulut usmile yang diterima pada Sabtu (24/10/2026).
“Kebersihan di sepanjang garis gusi dan sela gigi juga perlu diperhatikan. Plak adalah lapisan biofilm yang mengandung bakteri. Jika menumpuk, plak dapat berkontribusi pada masalah gigi dan gusi,” kata Zahrah.
Dokter Jelaskan Bahaya Plak yang Menumpuk di Garis Gusi
Zahrah menjelaskan bahwa banyak orang mulai memperhatikan kesehatan gigi karena ingin memiliki napas segar atau gigi yang terlihat lebih putih.
Namun, menurutnya, perawatan gigi tidak cukup hanya berfokus pada penampilan.
Kebersihan garis gusi dan sela gigi juga perlu dijaga karena plak yang mengandung bakteri dapat menumpuk pada bagian tersebut.
Penumpukan plak berpotensi menyebabkan masalah kesehatan gigi dan gusi apabila tidak dibersihkan secara teratur.
Data Kementerian Kesehatan pada Juni 2025 menunjukkan bahwa 12,4 persen peserta Program Cek Kesehatan Gratis mengalami masalah gusi.
Temuan tersebut tercatat ketika program pemeriksaan kesehatan itu telah menjangkau hampir sembilan juta penduduk.
Sikat Gigi Dua Kali Sehari Selama Dua Menit
Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, Zahrah menyarankan masyarakat menyikat gigi dua kali sehari selama dua menit.
Ia juga menganjurkan penggunaan pasta gigi yang mengandung fluorida serta pembersihan sela gigi setiap hari.
Saat menyikat gigi, masyarakat disarankan menggunakan tekanan lembut agar proses pembersihan tidak dilakukan secara berlebihan.
Seluruh permukaan gigi perlu dibersihkan, mulai dari bagian luar, bagian dalam, permukaan kunyah, hingga gigi belakang.
Selain itu, pemilihan alat dan produk pembersih perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi gigi dan gusi masing-masing orang.
Perawatan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membantu menjaga kebersihan area yang sulit dijangkau sikat gigi.
Gusi Berdarah dan Bau Mulut Berkepanjangan Perlu Diperiksa
Zahrah mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan keluhan seperti gusi sering berdarah, pembengkakan gusi, atau bau mulut yang terus muncul.
Menurutnya, keluhan tersebut sebaiknya diperiksakan kepada dokter gigi agar penyebabnya dapat diketahui.
Ia juga menjelaskan bahwa perubahan warna gigi, noda pada permukaan gigi, bau mulut, dan kondisi enamel memiliki penyebab yang berbeda.
“Noda pada permukaan gigi, warna alami gigi, bau mulut, dan kondisi enamel punya penyebab serta cara perawatan yang berbeda. Jadi, penting untuk tahu apa yang ingin kita rawat dan apa fungsi produk yang dipilih,” tutur dia.
Karena itu, masyarakat perlu memahami kebutuhan perawatan sebelum memilih produk kesehatan gigi dan mulut.
Usmile Gandeng Raditya Dika untuk Kampanyekan Perawatan Gigi
Dalam upaya meningkatkan perhatian masyarakat terhadap kesehatan gigi, merek perawatan gigi dan mulut asal Guangzhou, Tiongkok, usmile menggandeng Raditya Dika sebagai duta merek di Indonesia.
Kerja sama tersebut bertujuan mengajak masyarakat lebih memperhatikan kebersihan gigi dan mulut dalam aktivitas sehari-hari.
Direktur usmile Indonesia dan Malaysia, Michelle, mengatakan edukasi dari dokter gigi menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat.
“Bersama Raditya dan didukung edukasi dari dokter gigi, kami berharap perawatan gigi menjadi lebih mudah dipahami dan semakin diperhatikan setiap hari,” tutur Michelle.
Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya membersihkan seluruh bagian gigi, termasuk garis gusi dan sela gigi, secara rutin.
- Penulis :
- Gerry Eka




