
Pantau - Konsumsi kunyit secara rutin dikaitkan dengan penurunan tekanan darah berdasarkan sejumlah hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kandungan kurkumin dalam rempah tersebut memiliki sifat antiradang dan antioksidan yang berpotensi membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.
Dilansir dari Health, Rabu (28/10/2026), manfaat kunyit terhadap tekanan darah diduga berkaitan dengan kemampuan kurkumin dalam mengurangi peradangan dan membantu pembuluh darah menjadi lebih rileks.
Dokter ahli pengobatan fungsional Elliot Hirshorn menjelaskan bahwa peradangan kronis merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Menurutnya, kandungan kurkumin dalam kunyit berpotensi membantu mengatur tekanan darah melalui sejumlah mekanisme yang berkaitan dengan kesehatan pembuluh darah.
Meski demikian, konsumsi kunyit tidak dapat menggantikan pengobatan medis bagi penderita hipertensi, terutama mereka yang mengalami tekanan darah tinggi tingkat sedang hingga berat.
Kandungan Kurkumin dalam Kunyit Berpotensi Menurunkan Tekanan Darah
Kunyit dikenal sebagai salah satu rempah yang mengandung kurkumin, yakni senyawa alami dengan sifat antiradang dan antioksidan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sifat antiradang kurkumin berpotensi membantu menurunkan tekanan darah dengan mendukung relaksasi pembuluh darah.
Ketika pembuluh darah lebih rileks dan dapat melebar dengan baik, aliran darah menjadi lebih lancar sehingga tekanan pada dinding pembuluh darah dapat berkurang.
Hirshorn menjelaskan bahwa stres oksidatif dan peradangan yang berlangsung dalam jangka panjang dapat menyebabkan penebalan serta pengerasan dinding arteri.
Kondisi tersebut dapat mengurangi elastisitas pembuluh darah dan berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.
Menurut Hirshorn, kurkumin memiliki sifat antifibrotik yang berpotensi membantu mengurangi perubahan jaringan akibat proses tersebut.
"Kurkumin memiliki sifat antifibrotik yang dapat membantu mencegah, bahkan membalikkan sebagian dari fibrosis tersebut," katanya.
Selain itu, kurkumin disebut dapat membantu meningkatkan kemampuan tubuh dalam melebarkan pembuluh darah sehingga berpotensi mendukung pengaturan tekanan darah.
Antioksidan Kunyit Disebut Bantu Lindungi Pembuluh Darah
Selain memiliki sifat antiradang, kurkumin juga dikenal sebagai senyawa antioksidan yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif.
Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas melebihi kemampuan tubuh dalam menetralkannya, sehingga berpotensi merusak sel dan jaringan.
Dalam sistem peredaran darah, kondisi tersebut dapat memengaruhi lapisan terdalam pembuluh darah yang berperan dalam mengatur aliran darah.
Hirshorn menyampaikan bahwa sifat antioksidan kurkumin berpotensi memberikan perlindungan terhadap lapisan pembuluh darah.
"Sebagai antioksidan yang kuat, kurkumin dapat mengurangi kerusakan pada lapisan terdalam pembuluh darah," katanya.
Perlindungan terhadap lapisan pembuluh darah tersebut dinilai dapat mendukung fungsi pembuluh darah dalam mengatur tekanan darah.
Namun, hubungan antara konsumsi kunyit dan penurunan tekanan darah masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat klinis, dosis yang efektif, serta keamanan penggunaan jangka panjang.
Dokter Ingatkan Risiko Konsumsi Suplemen Kunyit
Kunyit dapat dikonsumsi melalui berbagai cara, mulai dari digunakan sebagai bumbu masakan hingga diolah menjadi minuman atau suplemen.
Meski memiliki potensi manfaat kesehatan, penggunaan suplemen kunyit tidak dianjurkan dilakukan sembarangan, terutama bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu.
Hirshorn menyarankan orang yang mengalami hipertensi ringan, stres oksidatif, atau peradangan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi suplemen kunyit.
Sementara itu, penderita hipertensi tingkat sedang hingga berat yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular dianjurkan tetap menjalani pengobatan sesuai standar medis.
Kunyit dapat dipertimbangkan sebagai pelengkap pengobatan setelah mendapatkan persetujuan tenaga kesehatan, bukan sebagai pengganti obat tekanan darah yang telah diresepkan.
Hirshorn juga mengingatkan bahwa konsumsi kunyit secara rutin, terutama dalam bentuk suplemen berkadar tinggi, dapat menimbulkan risiko interaksi dengan obat-obatan tertentu.
Beberapa risiko yang perlu diperhatikan meliputi peningkatan risiko perdarahan akibat efek pengenceran darah, gangguan pencernaan, serta masalah batu ginjal.
Karena itu, masyarakat yang ingin memanfaatkan kunyit untuk membantu menjaga tekanan darah perlu memperhatikan kondisi kesehatan dan berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan suplemen.
- Penulis :
- Aditya Yohan




