HOME  ⁄  Lifestyle

Psikolog Ungkap Lima Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Psikolog Ungkap Lima Kebiasaan Sederhana untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri
Foto: Ilustrasi - Peserta penyandang disabilitas menyulam saat pelatihan di Rumah Kreatif Disabilitas Bangga Berdaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026). Rumah kreatif yang berdiri sejak 2015 tersebut memberikan pelatihan kepada 36 peserta penyandang disabilitas untuk meningkatkan kepercayaan diri dan membekali keterampilan agar berdaya secara ekonomi.

Pantau - Psikolog Alicia H. Clark, Psy.D., mengungkapkan lima kebiasaan sederhana yang dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri, mulai dari membangun keyakinan terhadap kemampuan pribadi hingga menetapkan batasan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepercayaan diri dinilai dapat dikembangkan melalui kebiasaan yang membantu seseorang mengelola emosi, menghadapi tekanan, dan mempertahankan keseimbangan hidup.

Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (7/11/2026), Clark menjelaskan bahwa individu yang memiliki kepercayaan diri cenderung mampu menghadapi tantangan tanpa mudah kehilangan kendali atas kehidupannya.

Menurut Clark, kepercayaan diri bukan hanya berkaitan dengan keyakinan terhadap kemampuan pribadi, tetapi juga kemampuan mengenali kebutuhan dan menerima keterbatasan diri.

Membangun Keyakinan dan Ekspektasi Realistis

Kebiasaan pertama yang disarankan Clark adalah membangun keyakinan bahwa seseorang mampu menghadapi situasi sulit.

Kalimat sederhana seperti "Saya bisa menghadapi ini" dapat digunakan untuk membantu mengelola keraguan ketika menghadapi tekanan atau tantangan.

Clark menjelaskan bahwa keyakinan terhadap kemampuan diri dapat membantu seseorang mempertahankan motivasi dalam menghadapi hambatan.

Kebiasaan kedua adalah menetapkan ekspektasi yang realistis terhadap situasi yang dihadapi.

Seseorang disarankan lebih memusatkan perhatian pada hal-hal yang dapat dikendalikan melalui tindakan pribadi daripada menggantungkan harapan pada keadaan di luar kendalinya.

Penelitian yang dirujuk Clark menunjukkan bahwa individu dengan efikasi diri atau keyakinan terhadap kemampuan pribadi cenderung memiliki motivasi dan ketekunan lebih tinggi ketika menghadapi kesulitan.

Menerima Kekecewaan sebagai Bagian Kehidupan

Kebiasaan ketiga adalah belajar menerima perasaan kecewa sebagai bagian dari pengalaman hidup.

Clark menjelaskan bahwa mengakui perasaan sedih atau kecewa dapat membantu seseorang memproses pengalaman yang tidak sesuai harapan.

"Mengakui kekecewaan dapat mencegah perasaan tersebut terus berkembang menjadi emosi yang lebih merugikan," tulis Clark.

Menurut dia, penerimaan terhadap emosi tersebut dapat membantu seseorang melanjutkan aktivitas setelah menghadapi pengalaman yang mengecewakan.

Menjaga Kesehatan dan Membatasi Aktivitas

Kebiasaan keempat adalah menjaga kesehatan diri secara konsisten melalui perawatan sehari-hari.

Clark menyarankan agar seseorang memperhatikan kualitas tidur, pola makan, kecukupan cairan, konsumsi kafein, serta aktivitas fisik.

Perawatan diri dinilai membantu mempertahankan keseimbangan, terutama ketika seseorang menghadapi tekanan yang meningkat.

Menurut Clark, kebiasaan menjaga kesehatan perlu dilakukan secara rutin agar manfaatnya dapat dirasakan.

Sementara itu, kebiasaan kelima adalah mengenali batas kemampuan dan menghindari tanggung jawab yang berlebihan.

Clark mengingatkan bahwa terlalu banyak menerima pekerjaan atau tanggung jawab dapat meningkatkan risiko kelelahan atau burnout.

Kemampuan mengatakan "tidak" maupun menunda permintaan ketika beban pekerjaan sudah terlalu besar menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan hidup.

Clark menekankan bahwa kepercayaan diri berkaitan dengan kemampuan memahami kebutuhan pribadi, menerima keterbatasan, serta menghadapi tantangan secara realistis.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026