
Pantau - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyatakan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) muda menjadi motor penggerak dalam proses pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke IKN yang terletak di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
"ASN muda menjadi fokus pemindahan ibu kota ke IKN, generasi muda harus jadi motor penggerak perubahan," ujar Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, saat ditanya mengenai kesiapan ASN di kawasan Sepaku, Penajam Paser Utara, pada Rabu.
Basuki menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
ASN Muda Jadi Penggerak Transformasi Pemerintahan
Menurut Basuki, IKN dirancang sebagai ekosistem pemerintahan dan kehidupan kota yang benar-benar baru bagi Indonesia.
Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan kesiapan dan kesatuan langkah para ASN, terutama yang tergabung dalam Otorita IKN, untuk mengawal proses transformasi kelembagaan hingga IKN menjadi pusat pemerintahan secara penuh pada tahun 2028.
ASN muda dinilai memiliki peran penting dalam membentuk wajah ibu kota baru, tidak hanya dalam pengelolaan sistem pemerintahan, tetapi juga dalam mendorong perubahan birokrasi yang lebih ramping, cepat, dan transparan.
"ASN yang bertugas di IKN diharapkan tidak hanya mengelola sistem, tetapi ikut membentuk wajah ibu kota baru Indonesia," ujar Basuki.
ASN dari generasi milenial dan Gen Z dijadikan prioritas dalam proses pemindahan karena dianggap lebih adaptif terhadap teknologi dan sistem kerja digital.
Komitmen Bangun Kota Pemerintahan Modern
Otorita IKN juga menegaskan komitmennya untuk menyatukan langkah dan visi seluruh pegawai dalam mewujudkan IKN sebagai ibu kota yang berkelanjutan, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Saat ini terdapat sekitar 1.100 pegawai yang sudah bertugas di Otorita IKN.
Pemerintah pusat menargetkan bahwa seluruh fungsi pemerintahan pusat akan beroperasi penuh di IKN pada tahun 2028.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








