Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

926 Sekolah di Kalsel Terdampak Banjir, Dinas Pendidikan Prioritaskan Revitalisasi 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

926 Sekolah di Kalsel Terdampak Banjir, Dinas Pendidikan Prioritaskan Revitalisasi 2026
Foto: (Sumber: Jajaran Disdikbud Kalsel saat meninjau sekolah yang terdampak banjir di Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (9/1/2026). ANTARA/HO-Disdikbud Kalsel.)

Pantau - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan menyebut sebanyak 926 unit gedung sekolah rusak akibat banjir dan masuk dalam program prioritas revitalisasi tahun anggaran 2026.

Program Revitalisasi dan Koordinasi Nasional

Kepala Disdikbud Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, menyampaikan hal tersebut di Banjarbaru pada Sabtu, 10 Januari 2026.

"Fokus utama adalah alokasi anggaran untuk program revitalisasi sekolah yang akan diprioritaskan pada 2026. Kemendikdasmen ada alokasi anggaran revitalisasi prioritas 2026, untuk sekolah yang terdampak banjir di Kalsel," ungkapnya.

Program ini dikoordinasikan secara intensif dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, termasuk pembaruan data sekolah terdampak untuk mempercepat penanganan dan penyaluran bantuan fasilitas pendidikan.

Rincian Sekolah dan Dampak terhadap Siswa

Berdasarkan data terbaru, 926 sekolah terdampak berasal dari berbagai jenjang pendidikan: PAUD sebanyak 372 unit, SD 421 unit, SMP 83 unit, dan SMA serta SMK sederajat 50 unit. Sekolah yang terdampak mencakup sekolah negeri maupun swasta.

Dampak banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memengaruhi peserta didik secara langsung. Sekitar 700 siswa jenjang SMA dan SMK terdampak secara ekonomi dan fasilitas belajar, kehilangan perlengkapan sekolah seperti tas, seragam, dan buku pelajaran.

Selain perbaikan fisik gedung sekolah, pemerintah daerah menyiapkan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa terdampak.

"Kami akan salurkan langsung bantuan kepada siswa yang terdampak, kami dengar ada yang kehilangan tas sekolah, seragam, hingga buku-buku. Semoga mereka bisa lebih bersemangat kembali ke sekolah dan mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa," ungkap Galuh Tantri.

Penulis :
Aditya Yohan