Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Presiden Prabowo Salurkan 200 Becak Listrik di Tulungagung, Target 82 Ribu Unit hingga 2028

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Presiden Prabowo Salurkan 200 Becak Listrik di Tulungagung, Target 82 Ribu Unit hingga 2028
Foto: Wakil Direktur Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional yang juga Presiden Becak Listrik Indonesia Nanik S. Deyang didampingi Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan Dandim 0807/Tulungagung Letkol Arh. anny Galih Satrio menyapa dan memberi selamat kepada pengemudi becak lansia saat seremoni penyerahan becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto di Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu 10/1/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Pantau - Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyalurkan 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada para pengemudi becak lanjut usia di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Sabtu.

Penyaluran ini merupakan bagian dari program nasional untuk mengganti becak kayuh menjadi becak listrik, demi meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak lansia.

Presiden Becak Listrik Indonesia sekaligus Wakil Direktur Yayasan GSN, Nanik Sudaryati Deyang, hadir langsung dalam kegiatan tersebut.

Nanik menyampaikan bahwa saat ini penyaluran difokuskan untuk kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur.

Penyaluran berikutnya akan dilakukan di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat, dan Banten.

"Awal tahun ini kami menargetkan penyaluran 11 ribu unit di Jawa Timur, kemudian akan dilanjutkan ke seluruh kota-kabupaten di Jawa hingga 2028," ungkapnya.

Komitmen Presiden untuk Tukang Becak Lansia

Program becak listrik merupakan bentuk komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan taraf hidup tukang becak, terutama mereka yang sudah lanjut usia.

Melalui program ini, para tukang becak diharapkan tetap dapat bekerja tanpa harus mengandalkan tenaga fisik yang berat.

Nanik menambahkan bahwa Presiden Prabowo ingin agar para pengemudi becak memiliki aset sendiri dan lebih berdaya secara ekonomi melalui penggunaan becak listrik roda tiga.

Secara nasional, GSN menargetkan penyaluran 82 ribu unit becak listrik di seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa hingga tahun 2028.

Sejak akhir 2024 hingga akhir 2025, GSN telah menyalurkan sekitar 6 ribu unit becak listrik.

Pada tahun 2026 ini, ditargetkan akan disalurkan lagi sebanyak 11 ribu unit.

"Target kami, penyaluran becak listrik di Pulau Jawa tuntas sebanyak 82 ribu unit pada 2028. Setelah itu, program akan dilanjutkan ke luar Pulau Jawa," ia mengungkapkan.

Tulungagung Jadi Inspirasi Program Becak Listrik

Tulungagung memiliki peran khusus dalam lahirnya program ini karena menjadi salah satu daerah yang menginspirasi ide becak listrik.

Presiden Prabowo disebut tergerak setelah mengetahui masih banyak tukang becak lansia di Tulungagung yang mengayuh becak secara manual.

"Awalnya kami menyampaikan kepada beliau bahwa di Tulungagung masih banyak lansia menarik becak. Dari situ beliau terharu dan sejak awal 2024, sebelum menjadi Presiden, sudah memesan becak listrik," ujar Nanik.

Becak listrik diharapkan tidak hanya meringankan beban kerja, tetapi juga menjadi aset produktif bagi pengemudi becak lansia.

Setiap unit becak listrik memiliki nilai sekitar Rp22 juta.

Becak listrik yang disalurkan tidak boleh diperjualbelikan oleh penerimanya.

Setelah wilayah Jawa Timur, GSN akan melanjutkan distribusi becak listrik ke Jawa Tengah dan Jawa Barat, lalu ke wilayah luar Pulau Jawa.

"Keinginan Presiden jelas, tidak ingin lagi ada lansia yang menarik becak dengan tenaga manusia. Becak listrik ini adalah wujud komitmen itu," tegas Nanik.

Penulis :
Shila Glorya