Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

BRIN Luncurkan Kapal Listrik Tenaga Surya untuk Dukung Nelayan Kecil dan Ekonomi Biru

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BRIN Luncurkan Kapal Listrik Tenaga Surya untuk Dukung Nelayan Kecil dan Ekonomi Biru
Foto: (Sumber: Sejumlah peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama nelayan melakukan uji coba kapal listrik dengan kotak pendingin bertenaga surya di wilayah Pulau Tunda, Banten, Rabu (14/1/2026). ANTARA/HO-BRIN..)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendukung nelayan kecil dalam membangun ekonomi biru yang tangguh dan berkelanjutan melalui peluncuran kapal listrik dengan kotak pendingin bertenaga surya.

Peluncuran ini dilakukan dalam acara Clean Energy Electric Boat Innovation Expo di Pulau Tunda, Banten, pada Rabu, 14 Januari 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Proyek SeaBLUE yang dijalankan oleh UNDP bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Jepang.

" Kemitraan kami dengan UNDP memastikan bahwa kapal listrik tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Kepala BRIN, Arif Satria.

Inovasi Kapal Ramah Lingkungan untuk Nelayan Daerah 3T

Arif menekankan pentingnya kapal listrik sebagai langkah strategis dalam dekarbonisasi sektor perikanan di Indonesia.

" Dengan mengombinasikan penyempurnaan desain, pelatihan langsung, dan pemantauan berkelanjutan, kami membangun fondasi untuk implementasi yang lebih luas di wilayah pesisir Indonesia," ungkapnya.

Kepala Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Aam Muharam, menjelaskan bahwa kapal listrik dan kotak pendingin tenaga surya ditujukan untuk membantu nelayan kecil mengurangi biaya bahan bakar, menekan emisi, dan menjaga kesegaran hasil tangkapan.

" Diharapkan kapal listrik dan ekosistem energinya dapat menjadi solusi transportasi perairan yang ramah lingkungan, terjangkau, dan berdaya guna bagi masyarakat di daerah 3T, serta menjadi langkah strategis menuju masa depan transportasi berkelanjutan di Indonesia," kata Aam.

UNDP: Energi Bersih di Tangan Komunitas Pesisir

Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, Sara Ferrer Olivella, menyatakan bahwa nelayan skala kecil merupakan jantung komunitas pesisir yang kini menghadapi tekanan dari meningkatnya biaya operasional akibat perubahan iklim.

UNDP bersama mitra menyediakan kapal bertenaga surya dan sistem pendingin sebagai solusi praktis untuk menghadapi tantangan tersebut.

" Solusi ini menempatkan energi bersih langsung di tangan masyarakat, membantu keluarga mempertahankan mata pencaharian, dan membangun ketangguhan untuk masa depan," tegasnya.

Proyek SeaBLUE menargetkan distribusi 162 kotak pendingin bertenaga surya dan enam mesin kapal listrik untuk 34 desa di Morotai (Maluku Utara) dan Kepulauan Tanimbar (Maluku).

Pelatihan operator serta instalasi stasiun pengisian daya telah diselesaikan.

Pemasangan akhir dan pelatihan penggunaan mesin kapal listrik dijadwalkan rampung pada akhir Januari 2026.

Kunjungan lapangan lanjutan akan dilakukan pada Februari 2026 untuk meninjau kemajuan dan menghimpun pembelajaran dari pelaksanaan proyek.

Penulis :
Ahmad Yusuf