
Pantau - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menjalin sinergi strategis dengan Pemerintah Kota Cilegon melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada 21 Januari 2026, guna memperkuat pembangunan infrastruktur logistik dan mempercepat masuknya investasi industri.
Kerja sama ini mencakup pembangunan akses jalan pelabuhan dan optimalisasi aset industri yang dimiliki kedua belah pihak.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah Krakatau Steel Group untuk memperkuat konektivitas logistik di sektor industri baja dan sektor pendukung lainnya.
Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan, menyatakan bahwa kerja sama ini diharapkan mampu menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan utama dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif di daerah.
"Kesepakatan ini kami pandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat konektivitas industri dan logistik. Akses pelabuhan yang lebih optimal akan membantu kelancaran distribusi bahan baku maupun produk, sekaligus menciptakan efisiensi biaya logistik yang penting bagi keberlanjutan bisnis," ungkapnya.
Kolaborasi Dukung Program Astacita Nasional
Sinergi antara BUMN dan pemerintah daerah ini dinilai sejalan dengan program pembangunan nasional yang tertuang dalam Astacita Presiden RI Prabowo Subianto.
Program Astacita menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen melalui peningkatan kemudahan investasi dan penguatan infrastruktur.
Krakatau Steel menegaskan komitmennya untuk mengembangkan praktik bisnis berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah.
Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyambut baik kesepakatan ini dan menyebutnya sebagai momentum awal pembangunan kota industri dan pelabuhan yang lebih kompetitif.
"Kami berharap penandatanganan kesepakatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi langkah awal pembangunan Kota Cilegon yang lebih maju. Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen mengoptimalkan aset yang ada agar memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah," ia mengungkapkan.
Robinsar menambahkan bahwa MoU ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi masuknya investasi baru dan memperluas akses permodalan di sektor infrastruktur.
Fokus investasi diarahkan pada pengembangan fasilitas pelabuhan dan infrastruktur pendukung untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Cilegon.
Visi Jangka Panjang Pengembangan Kawasan Industri
Krakatau Steel juga memaparkan rencana jangka panjang dalam pengembangan kawasan industri berskala besar di wilayah Cilegon.
Saat ini Krakatau Steel mengelola sekitar 500 hektare lahan industri, dan direncanakan akan diperluas secara bertahap hingga mencapai 2.000 sampai 10.000 hektare.
Ekspansi ini ditujukan untuk mendukung terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus di Cilegon, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar dalam setiap proses pengembangannya.
- Penulis :
- Arian Mesa




