Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Distribusi Pangan Dipercepat, Pemerintah Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Distribusi Pangan Dipercepat, Pemerintah Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Foto: Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Iqbal Shoffan Shofwan (tengah) usai melakukan Rapat Koordinasi Kesiapan Ramadan dan Idulfitri 2026 di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis 29/1/2026 (sumber: ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama sejumlah kementerian dan lembaga mengambil langkah percepatan distribusi barang kebutuhan pokok ke berbagai wilayah di Indonesia sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan cuaca ekstrem menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Langkah ini disampaikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan dalam jumpa pers usai rapat koordinasi di kantor Kemendag, Jakarta, pada Kamis (29/1/2026).

Iqbal menegaskan bahwa berdasarkan hasil rapat tersebut, stok nasional untuk sejumlah komoditas utama seperti telur, minyak goreng, cabai, dan daging ayam ras masih dalam kondisi aman.

Namun, faktor cuaca menjadi perhatian utama pemerintah, terutama pada periode Februari hingga Maret 2026 yang diperkirakan akan mengalami peningkatan curah hujan.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa wilayah timur Indonesia seperti Sulawesi dan Papua berpotensi mengalami curah hujan tinggi yang dapat mengganggu proses distribusi.

Distribusi Dimajukan ke Awal Februari

"Kami tadi bersepakat, semua para distributor termasuk BUMN Pangan, baik Bulog maupun ID FOOD, sudah melancarkan pendistribusian barang kebutuhan pokok kepada daerah-daerah di awal (Februari) ini," ungkap Iqbal.

Kemendag juga telah menjalin koordinasi erat dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan kelancaran logistik nasional, termasuk kesiapan pelabuhan, ketersediaan kontainer, dan arus distribusi.

Langkah percepatan ini dimaksudkan agar barang kebutuhan pokok sudah tersedia di daerah sebelum puncak musim hujan datang.

"Sehingga, manakala memasuki musim penghujan di bulan Februari dan Maret, itu barangnya sudah sampai di tempat," ia mengungkapkan.

Koordinasi Lintas Kementerian dan Lembaga

Kemendag secara rutin melakukan koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kementerian Pertanian, Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Kantor Staf Kepresidenan, BUMN Pangan, serta berbagai asosiasi.

Koordinasi ini dilakukan untuk memantau kondisi terkini mengenai ketersediaan dan distribusi barang kebutuhan pokok di seluruh wilayah Indonesia.

Selain menjamin ketersediaan barang, pemerintah juga berupaya menjaga agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) maupun harga acuan pembelian (HAP) konsumen.

Penulis :
Shila Glorya