Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

KLH Tegaskan PSEL Surabaya untuk Tekan Gunungan Sampah TPA Benowo, Jadi Proyek Percontohan Nasional

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

KLH Tegaskan PSEL Surabaya untuk Tekan Gunungan Sampah TPA Benowo, Jadi Proyek Percontohan Nasional
Foto: (Sumber: Arsip - Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo Surabaya. ANTARA/HO-PLN.)

Pantau - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan bahwa pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Surabaya bertujuan untuk menekan meluasnya gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo yang menerima sekitar 1.500 ton sampah setiap hari.

PSEL dipandang sebagai solusi pengelolaan sampah yang efektif di tengah terus meningkatnya timbulan sampah di wilayah perkotaan.

Kepala Bidang Wilayah III Pusdal LH Jawa KLH/BPLH, Gatut Panggah Prasetyo, menyebut bahwa PSEL di TPA Benowo merupakan upaya untuk mengatasi sampah dalam jumlah besar.

"PSEL adalah salah satu alternatif pengelolaan sampah, karena sampah jika tidak dikelola akan jadi masalah, PSEL di TPA Benowo merupakan langkah bagaimana mengatasi timbulan sampah yang cukup besar. PSEL lah yang menjadi pilihan," ungkapnya.

Surabaya Jadi Lokasi PSEL Pertama di Indonesia

TPA Benowo di Surabaya menjadi lokasi PSEL pertama yang dibangun di Indonesia dan telah diresmikan sejak tahun 2021.

Menurut Gatut, tanpa pengolahan, gunungan sampah bisa terus meluas dan berisiko terhadap kesehatan serta keselamatan masyarakat.

"Karena jika tidak, maka gunung sampah akan semakin meluas, tinggi dan juga membahayakan keselamatan, kesehatan. PSEL diperuntukkan bagi wilayah dengan timbulan sampah lebih dari 1.000 ton per hari," ia mengungkapkan.

KLH mencatat bahwa pemerintah pusat telah merencanakan pembangunan PSEL di sejumlah wilayah aglomerasi, termasuk Surabaya Raya yang mencakup Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan.

Pembangunan Serentak di 10 Wilayah Aglomerasi

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI pada 26 Januari 2026, menyatakan bahwa pembangunan PSEL akan dimulai serentak di empat wilayah pada bulan Maret mendatang.

Keempat wilayah yang siap memulai pembangunan PSEL pada Maret 2026 adalah Denpasar, Yogyakarta, Bogor, dan Bekasi.

KLH telah menetapkan total 10 wilayah aglomerasi untuk program PSEL dan laporan resmi telah disampaikan ke Kemenko Bidang Pangan.

Adapun 10 wilayah aglomerasi tersebut meliputi Denpasar Raya, Yogyakarta Raya, Bogor Raya, Bekasi Raya, Tangerang Raya, Medan Raya, Semarang Raya, Lampung Raya, Surabaya Raya, dan Serang Raya.

Penulis :
Gerry Eka