Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Tekan Populasi Kucing Liar, Sudin KPKP Jakarta Timur Targetkan Sterilisasi 2.200 Ekor Sepanjang 2026

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Tekan Populasi Kucing Liar, Sudin KPKP Jakarta Timur Targetkan Sterilisasi 2.200 Ekor Sepanjang 2026
Foto: (Sumber: Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur (Jaktim) melakukan sterilisasi kucing di Kantor Walikota Jakarta Timur, Sabtu (20/9/2025). ANTARA/Siti Nurhaliza.)

Pantau - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota Jakarta Timur menargetkan sterilisasi sebanyak 2.200 ekor kucing sepanjang tahun 2026 sebagai upaya menekan populasi kucing liar yang masih tinggi di wilayah tersebut.

Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menyebut bahwa target tahun ini meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya sebanyak 2.000 ekor.

“Tahun ini target sterilisasi kucing sebanyak 2.200 ekor, ini sebagai upaya menekan populasi kucing liar,” ungkapnya.

Target Meningkat, Optimisme Bertahan

Pada tahun 2025, realisasi sterilisasi bahkan melampaui target, mencapai 2.314 ekor kucing.

Rincian target tahun 2026 adalah 1.700 ekor kucing jantan dan 500 ekor kucing betina.

Taufik optimistis target tahun ini bisa tercapai, bahkan kemungkinan melebihi capaian seperti tahun sebelumnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan berbagai komunitas dan klinik hewan sangat mendukung keberhasilan program ini.

“Kolaborasi dengan komunitas dan tenaga profesional sangat membantu percepatan dan efektivitas program sterilisasi ini,” ia mengungkapkan.

Program TNR dan Kolaborasi dengan Komunitas

Sterilisasi kucing jantan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai komunitas seperti Komunitas Pecinta Kucing Sehati (KPKS), Let’s Adopt, serta sejumlah mitra klinik hewan lainnya.

Sementara itu, sterilisasi kucing betina dijalankan bersama Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Timur, Theresia Ellita, menjelaskan bahwa program ini mengadopsi metode TNR (Tangkap–Steril–Lepaskan).

Kegiatan TNR pertama tahun ini dimulai pada 28 Januari 2026 di Pasar Induk Kramat Jati dengan target 200 ekor kucing liar.

Setiap kegiatan sterilisasi melibatkan sekitar 30 personel gabungan, masing-masing dengan tugas tertentu mulai dari penangkapan, pembiusan, hingga tindakan medis.

Proses sterilisasi kucing jantan membutuhkan waktu sekitar 20–30 menit per ekor setelah pembiusan, sedangkan kucing betina memerlukan waktu lebih lama, yakni sekitar 30–40 menit.

Ellita menegaskan pentingnya program ini dalam mengendalikan populasi kucing di wilayah Jakarta Timur.

“Melalui sterilisasi ini kita ingin populasi kucing di Jakarta Timur dapat terkendali,” ia menegaskan.

Penulis :
Gerry Eka