
Pantau - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan Gerakan Nasional Indonesia ASRI yang merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto bertujuan memperkuat upaya penanganan sampah laut di tengah kondisi nasional yang telah memasuki fase krisis.
Krisis Sampah Nasional dan Dampaknya
Menteri Lingkungan Hidup yang juga menjabat Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup itu menyampaikan pernyataan tersebut dalam konfirmasi dari Jakarta pada Sabtu.
Ia menjelaskan bahwa dari sekitar 143 ribu ton sampah yang dihasilkan setiap hari secara nasional, baru sekitar 24 persen yang berhasil dikelola dengan baik.
Hanif menegaskan bahwa persoalan sampah berdampak langsung terhadap kesehatan lingkungan, ekonomi pesisir, serta citra pariwisata Indonesia di tingkat global.
Ia menyatakan, "Sampah yang kita tangani saat ini merupakan sampah spesifik yang tidak berasal dari rumah tangga dan memerlukan penanganan khusus. Sampah ini muncul akibat kondisi tertentu, termasuk dampak banjir, sehingga harus dikelola secara lebih tepat dan terkontrol," ungkapnya.
Sampah spesifik tersebut dinilai memerlukan metode penanganan yang berbeda dibandingkan sampah rumah tangga pada umumnya.
Penanganan Sampah Laut dan Peran Daerah
Menteri Hanif mengingatkan bahwa persoalan sampah laut menjadi tantangan serius yang kerap meningkat pada musim angin barat.
Pada periode tersebut, terjadi kiriman sampah dari perairan sekitar yang terbawa hingga ke pesisir Bali.
Sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto, aksi bersih sampah dilakukan di sejumlah pantai di Bali pada Jumat 6 Februari 2026.
Gerakan Nasional Indonesia ASRI yang memiliki kepanjangan Aman, Sehat, Resik, dan Indah dijalankan untuk memperkuat penanganan sampah laut secara terpadu dan berkelanjutan dari hulu hingga hilir.
Hanif menegaskan kewenangan pengelolaan sampah berada pada kepala daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.
Pemerintah pusat berperan memberikan dukungan, sementara dunia usaha dan masyarakat diharapkan berpartisipasi aktif dalam penanganan sampah.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup terus mendorong penguatan pengelolaan sampah dari sumbernya melalui pengembangan TPS3R, bank sampah, serta fasilitas pengolahan sampah terpadu.
Pemanfaatan teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan juga didorong, baik di wilayah perkotaan maupun kawasan pesisir.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







