
Pantau - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menekankan penanganan bencana alam di Indonesia harus lebih partisipatif, manusiawi, dan berkeadilan, dalam acara yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, dihadiri lebih dari 58.000 orang termasuk Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih.
Prioritas Kemanusiaan dan Peran Negara
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI, Nusron Wahid, menyatakan pembangunan sejati harus memanusiakan manusia, dan negara bertanggung jawab melindungi warga paling rentan agar bangkit secara bermartabat.
Ia mengaitkan sejarah bangsa sejak masa Presiden Soekarno, di mana bencana dipandang sebagai ujian persatuan dan panggilan gotong royong.
MUI mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang memperkuat kehadiran negara dalam kesiapsiagaan bencana, termasuk mencabut izin 28 perusahaan yang merusak lingkungan dan memicu banjir.
Aksi Nyata dan Dukungan untuk Pemulihan
Selain doa bersama dan pengukuhan pengurus MUI Periode 2025–2030, MUI menyerahkan bantuan simbolis untuk rehabilitasi masjid, 500 rumah marbot, dan guru ngaji penyintas bencana di Sumatera.
MUI juga meresmikan Moslem Disaster Rescue MUI, termasuk penyematan jaket simbolis dan penyerahan sertifikat pengganti bagi warga terdampak bencana.
Langkah ini menegaskan prioritas kemanusiaan dalam penanganan bencana, penguatan peran negara, dan sinergi dengan masyarakat untuk pemulihan yang berkeadilan dan bermartabat.
- Penulis :
- Aditya Yohan








