
Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur mengaktifkan kembali Tempat Pemakaman Umum Kebon Nanas setelah dilakukan penertiban dan relokasi warga yang sebelumnya bermukim di atas lahan tersebut.
Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menyampaikan bahwa seluruh warga yang tinggal di kawasan TPU Kebon Nanas telah dipindahkan ke rumah susun sehingga lahan dapat dikembalikan sesuai peruntukannya sebagai area pemakaman.
Setelah proses relokasi selesai, pemerintah kota meratakan bangunan-bangunan yang berdiri di atas lahan TPU sebagai bagian dari upaya penataan wilayah dan optimalisasi aset daerah.
Penataan lahan membuat area TPU Kebon Nanas menjadi lebih luas dan tertata dibandingkan kondisi sebelumnya.
TPU Kebon Nanas langsung dimanfaatkan kembali untuk pelayanan pemakaman masyarakat setelah proses perataan lahan rampung.
Sejak kembali difungsikan, lokasi tersebut telah digunakan untuk memakamkan sekitar 10 jenazah.
TPU Kebon Nanas mulai digunakan kembali sekitar dua hingga tiga pekan setelah penataan lahan selesai dilakukan.
Pemerintah Kota Jakarta Timur berharap pengaktifan TPU Kebon Nanas dapat membantu mengatasi keterbatasan lahan pemakaman di wilayah Jakarta Timur.
Sebelumnya, pemerintah kota telah melakukan pematangan lahan petak makam baru di TPU Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara.
Pematangan lahan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 89 Tahun 2025.
Proses penertiban dan relokasi warga dilakukan secara bertahap dan humanis melalui pendataan, sosialisasi, relokasi ke rumah susun, hingga pemberian surat imbauan dan peringatan.
Relokasi warga Kampung Ujung RT 15 RW 02 dilakukan dalam tiga tahap selama Januari 2026.
Total warga yang direlokasi mencapai puluhan kepala keluarga yang telah menempati lokasi tersebut selama 15 hingga 20 tahun.
Warga dipindahkan ke sejumlah rumah susun sederhana sewa di berbagai wilayah Jakarta, sementara warga berstatus bujangan direlokasi ke Rusun Perkampungan Industri Kecil.
Dari sekitar 3.700 meter persegi lahan yang sebelumnya ditempati warga, pemerintah memperkirakan dapat dibangun sekitar 1.000 petak makam baru.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







