Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

HPN 2026 di Serang Tekankan Pers Sehat untuk Mendukung Demokrasi dan Ekonomi Bangsa

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

HPN 2026 di Serang Tekankan Pers Sehat untuk Mendukung Demokrasi dan Ekonomi Bangsa
Foto: (Sumber: Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir saat memberikan sambutan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, Senin (9/2/2025). (ANTARA/Abdul Hakim).)

Pantau - Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Serang, Banten, menjadi momen refleksi bagi pers Indonesia, menekankan pentingnya pers sehat dalam mendukung demokrasi dan daya saing ekonomi bangsa.

Tema dan Pesan Utama HPN 2026

Tema HPN 2026 adalah Pers Sehat Ekonomi Berdaulat Bangsa Kuat, yang menekankan kualitas informasi sebagai penentu kualitas demokrasi dan kekuatan ekonomi.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menegaskan, "Pers bukan hanya industri informasi, tetapi fondasi demokrasi dan pembangunan nasional."

Pertumbuhan ekonomi rata-rata 8 persen yang ditargetkan pemerintah menjadikan peran pers semakin strategis untuk mendukung bangsa keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

Pers yang sehat mencakup kebebasan, keberlanjutan, dan integritas; media yang kuat secara ekonomi dan profesional diperlukan agar kontrol publik berjalan optimal.

HPN 2026 menekankan bahwa perjalanan menuju bangsa kuat tidak bisa lepas dari kesehatan ekosistem pers.

Tantangan dan Transformasi Media

Dalam satu dekade terakhir, lanskap media berubah drastis; ratusan perusahaan media terverifikasi, tetapi banyak yang gulung tikar karena tekanan bisnis dan perubahan pola konsumsi informasi.

Laporan Reuters Institute Digital News Report mencatat penurunan kepercayaan publik terhadap media akibat maraknya disinformasi di platform digital.

Penetrasi internet di Indonesia telah melampaui 70 persen populasi, menyebabkan banjir informasi tanpa batas, di mana media sosial menjadi sumber berita utama sebagian masyarakat.

Kecepatan informasi sering mengalahkan akurasi, dan algoritma lebih menentukan visibilitas daripada verifikasi.

Konsep pers sehat mencakup profesionalisme wartawan, kepatuhan pada kode etik, dan model bisnis yang adaptif; tanpa fondasi ekonomi yang kokoh, media mudah terjebak pada sensasionalitas atau kepentingan jangka pendek.

Tantangan tambahan adalah kecerdasan buatan, yang dapat mempercepat produksi konten tetapi juga berpotensi memperbanyak misinformasi tanpa literasi digital yang memadai.

Penulis :
Ahmad Yusuf