
Pantau - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menegaskan bahwa operasional dapur umum akan terus berjalan selama status kedaruratan bencana masih berlaku dan kebutuhan konsumsi pengungsi belum terpenuhi secara mandiri.
Komitmen Pemerintah untuk Penuhi Kebutuhan Dasar Pengungsi
Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Pekalongan, Yos Rosidi, menyatakan bahwa dapur umum merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam merespons kondisi darurat.
"Prinsipnya, selama masih dibutuhkan dan kondisi belum sepenuhnya normal maka kami siap mengoperasikan dapur umum. Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk hadir dan melayani masyarakat dalam situasi darurat," ungkapnya.
Dapur umum mulai beroperasi kembali sejak Jumat, 6 Februari 2026, menyusul meningkatnya jumlah pengungsi akibat banjir.
Keputusan pengaktifan dapur umum diambil dengan pertimbangan kemanusiaan untuk memastikan para pengungsi mendapatkan akses makanan siap saji secara layak dan aman.
"Ya, dapur umum sudah beroperasi lagi. Pertimbangannya karena jumlah pengungsi bertambah banyak saat itu sehingga perlu ada dukungan pemenuhan kebutuhan dasar terutama makanan siap saji berupa nasi bungkus dan lauk pauk," jelas Yos Rosidi.
Distribusi Nasi Bungkus Dilakukan Secara Terkoordinasi
Dapur umum difokuskan untuk menyiapkan dan menyalurkan nasi bungkus kepada warga terdampak di lokasi pengungsian serta titik-titik lain yang telah dipetakan sesuai kebutuhan.
Distribusi dilakukan berdasarkan data pengungsi dan pemantauan kondisi terkini di lapangan agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan merata.
"Distribusi disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Jumlahnya bisa berubah setiap hari tergantung perkembangan jumlah pengungsi dan kondisi wilayah terdampak," tambah Yos Rosidi.
Pemerintah Kota Pekalongan memastikan bahwa dapur umum akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan dinamika bencana, serta siap beroperasi selama masih dibutuhkan masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan







